Legenda Pulau Salah Nama, Dari Tanjung Balai ke Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Februari 2021 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Bermula kisah musim paceklik melanda tanah batak berkepanjangan. Masyarakat eksodus mengikuti aliran Danau Toba. Di persimpangan tepatnya di daerah londut Aek kanopan sebagian ke timur menuju Kualuh Ledong, sebagian lagi lurus menuju Tanjung Balai Asahan Sumut.

Ketika Sultan Asahan mendengar kedatangan kaum Batak disambutnya dengan gembira. Persyaratan menanggalkan marga, berganti nama dan dimelayukan (sunat rasul) yang ditentukan sultan dipatuhi mereka.

Rombongan demi rombongan yang memasuki wilayah Asahan diperlakukan sama oleh Sultan dan dipatuhi kaum pendatang. Bak kata pepatah, “Bukan kapak sembarang kapak. Kapak dibuat pembelah kayu, Bukan Batak sembarang Batak, Batak ini Batak Melayu”.

Menurt ceritanya, Ujung kemaluan yang dipotong dikumpul dan diarungkan ke tengah laut. Proses pengarungan inilah tak diketahui dengan pasti. Seluruh pupil yang dihanyutkan ke tengah laut tersangkut di sebuah pulau yang tidak terlalu jauh dari kesultanan Asahan.

Nelayan yang kerap melihat “benda” itu tersangkut di pulau selalu menyebut nama benda itu dalam cerita di darat.

Baca Juga :  Bandar Rahmad dan Kepemimpinan

Oleh para tetua laut terutama para pawang melarang nama pulau itu disebut dengan nama yang tersangkut tadi. Dari sejak itu disebutlah nama pulau itu pulau salah nama.

Konon katanya, di pulau yang tak berpenghuni ini berdiam sesosok makhluk astral. Sosok tersebut berwujud seorang nenek dan cucunya.

Para nelayan yang singgah di pulau ini kerap bertemu dengan makhluk tersebut, tapi dalam bentuk bayangan yang berkelebat dan suara anak kecil yang sedang bermain.

Dtm sahbuddin yang mendampingi para pekerja menambah fasilitas objek wisata di pulau itu menceritakan hal aneh yang terjadi kepada Zulnas.com, Minggu (14/02/2021).

Ada pekerja dari kisaran yang takabur tiba tiba muntah darah di pulau. Ada istri penjaga pulau yang kesurupan, mengeluarkan suara seperti nenek nenek.

Ada yang dipindahkan tidurnya dari kamar ke halaman. Ada juga mahasiswa yang berkunjung tak bisa pulang karena tiba tiba angin kencang dan gelombang laut tinggi, setelah mereka lakukan tindakan amoral di pulau itu.

Sementara pengalaman dtm sahbudin selalu saja suara orang sedang mandi terdengar, setelah didatanginya tak ada orang yang sedang mandi, tetapi lantai basah dan air bak berkucak.

Baca Juga :  Kadin Batubara Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran Desa Suka Maju

Suara anak kecil yang sedang bermain di kamar sebelah, setelah didatatanginya suara itu hilang dan tak ada mainan apapun di kamar itu.

Bayangan hitam yang melintas dari arah kamar mandi menuju belakang balai kesehatan pulau sering dialaminya. Kadang pagi, siang, senja dan malam hari.

Bahkan suara perempuan yang bicara dengan cucunya kerap terdengar. Tetapi karena sudah biasa rasa takut sedikit demi sedikit menghilang. Ujarnya.

Bakhtiar Sinaga 40, teman dtm Sahbudin ke pulau juga selalu mengalami hal hal aneh di pulau itu. Karena sudah tahu beliau tidak terkejut lagi. “Tabik Datuk cucu nenek kerja di sini” itu kata kata yang selalu disampaikan beliau jika bulu romanya sedang merinding di pulau itu.

Menurut warga, sampai hari ini, nenek- nenek penjaga pulau nama tersebut masih menyimpan misteri yang belum bisa terpecahkan. ***ET

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bursa Ketua Golkar Sumut Memanas: Andar Amin Harahap vs Hendri Yanto Sitorus
Andar Amin Harahap: Figur Dominan di Bursa Ketua DPD Golkar Sumut
Hendri Yanto Sitorus: Jejak Tokoh Muda Golkar dari Akademisi hingga Kepala Daerah
Kelompok 80 Desak Polres Sergai Periksa IUP dan HGU PT DMK, Dugaan Alih Fungsi Lahan Menguat
Sengketa Lahan Puluhan Tahun Tak Kunjung Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Datangi Kejari dan Polres Sergai
PT DMK Diduga Ubah Kawasan Hutan Jadi Kebun Sawit, Petani Minta Kejagung RI Turun Tangan
PWI Sumut Gelar Ujian Anggota Muda dan Kenaikan Tingkat
Janda Tua Kunjungi Kantor SMSI Sergai
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:40 WIB

Bursa Ketua Golkar Sumut Memanas: Andar Amin Harahap vs Hendri Yanto Sitorus

Senin, 19 Januari 2026 - 22:29 WIB

Andar Amin Harahap: Figur Dominan di Bursa Ketua DPD Golkar Sumut

Senin, 19 Januari 2026 - 22:22 WIB

Hendri Yanto Sitorus: Jejak Tokoh Muda Golkar dari Akademisi hingga Kepala Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:35 WIB

Kelompok 80 Desak Polres Sergai Periksa IUP dan HGU PT DMK, Dugaan Alih Fungsi Lahan Menguat

Rabu, 24 Desember 2025 - 23:40 WIB

Sengketa Lahan Puluhan Tahun Tak Kunjung Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Datangi Kejari dan Polres Sergai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB