Zulnas.com, Batubara — Dalam setiap pergantian kepemimpinan daerah, selalu muncul satu pertanyaan yang menarik untuk dibahas: lebih penting mana, pejabat yang berintegritas atau pejabat yang loyal?
Pertanyaan ini barangkali juga punya relevansi dalam konteks Pemerintah Kabupaten Batubara saat ini.
Di tengah tuntutan percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan dorongan agar OPD bekerja lebih cepat, sosok pejabat yang dibutuhkan sesungguhnya bukan sekadar loyal atau sekadar berintegritas. Yang dibutuhkan adalah pejabat yang mampu memadukan keduanya.
Namun sebelum sampai ke sana, perlu dipahami terlebih dahulu perbedaan antara integritas dan loyalitas.
Pejabat Loyal Belum Tentu Berintegritas
Loyalitas sering dipahami sebagai kesetiaan kepada pimpinan. Dalam birokrasi, loyalitas penting karena setiap pejabat harus mampu menerjemahkan visi dan program kepala daerah ke dalam kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.
Namun loyalitas memiliki sisi lemah jika dipahami secara sempit.
Ada pejabat yang sangat loyal kepada atasannya, selalu hadir dalam setiap kegiatan, selalu mengiyakan setiap arahan, tetapi ketika diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan program, hasilnya tidak maksimal.
Ada pula pejabat yang loyal kepada jabatan, bukan kepada tugas. Mereka berusaha mempertahankan posisi, tetapi enggan mengambil risiko dalam bekerja. Akibatnya, program berjalan lambat, keputusan tertunda, dan pembangunan tidak bergerak sesuai harapan, bahkan proyek tidak bisa dijalankan.
Loyalitas seperti ini tentu tidak memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pejabat bukan seberapa sering ia dekat dengan pimpinan, tetapi seberapa besar manfaat yang dihasilkan dari pekerjaannya.
Pejabat Berintegritas Tidak Selalu Populer
Berbeda dengan loyalitas, integritas berkaitan dengan karakter. Pejabat yang berintegritas adalah mereka yang berani bertanggung jawab atas tugasnya, bekerja sesuai aturan, jujur dalam mengelola amanah, dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan pribadi.
Pejabat seperti ini terkadang tidak terlalu menonjol secara politik. Mereka lebih banyak bekerja daripada berbicara.
Mereka memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk mencari kenyamanan.
Ketika ada masalah, mereka tidak mencari kambing hitam. Ketika ada pekerjaan berat, mereka tidak bersembunyi di balik meja.
Ketika ada target yang harus dicapai, mereka tidak menunggu perintah berkali-kali. Mereka bergerak karena sadar bahwa masyarakat menunggu hasil kerja mereka.
Batubara Membutuhkan Pejabat yang Berani
Salah satu tantangan birokrasi daerah saat ini adalah munculnya budaya takut mengambil keputusan.
Sebagian pejabat terlalu khawatir salah langkah sehingga lebih memilih diam. Akibatnya, program yang seharusnya bisa dijalankan cepat menjadi lambat.
Padahal integritas tidak identik dengan ketakutan. Integritas justru melahirkan keberanian. Keberanian mengambil keputusan yang benar. Keberanian menjalankan program sesuai aturan. Keberanian mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang dibuat.
Bupati Baharuddin Siagian pernah menyampaikan bahwa dirinya ingin “lari 100”, sementara sebagian OPD masih berada di “kecepatan 40”.
Jika dianalisis lebih dalam, persoalan ini bukan semata-mata soal kemampuan teknis. Persoalan utamanya bisa jadi terletak pada keberanian dan mentalitas kerja.
Pejabat yang hanya menjaga posisi akan cenderung bermain aman. Sebaliknya, pejabat yang berintegritas akan berusaha mencari solusi tanpa melanggar aturan.
Pejabat Ideal: Loyal pada Visi, Berintegritas dalam Tindakan
Dalam filsafat pemerintahan modern, pejabat ideal bukanlah mereka yang hanya loyal atau hanya berintegritas.
Pejabat ideal adalah mereka yang loyal terhadap visi pembangunan daerah dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.
Loyal kepada visi berarti memahami arah yang ingin dicapai oleh kepala daerah.
Jika Bupati ingin mempercepat pembangunan, maka pejabat harus ikut mempercepat.
Jika Bupati ingin meningkatkan pelayanan publik, maka pejabat harus menciptakan inovasi pelayanan.
Namun dalam menjalankan semua itu, mereka tetap harus berintegritas.
Artinya bekerja sesuai hukum, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Yang Dibutuhkan Batubara Hari Ini
Masyarakat Batubara tidak membutuhkan pejabat yang pandai berbicara tetapi miskin hasil.
Masyarakat juga tidak membutuhkan pejabat yang hanya mempertahankan jabatan tanpa keberanian bekerja.
Yang dibutuhkan adalah pejabat yang memiliki empat karakter utama:
Pertama, berintegritas dalam mengelola amanah rakyat.
Kedua, loyal terhadap visi pembangunan daerah, bukan terhadap kepentingan kelompok tertentu.
Ketiga, berani mengambil keputusan sesuai aturan dan tanggung jawab jabatan.
Keempat, memiliki orientasi hasil, bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai seorang pejabat dari mobil dinas yang digunakan, ruang kerja yang ditempati, atau jabatan yang disandang.
Rakyat menilai dari hasil kerja yang mereka rasakan. Jalan yang diperbaiki. Pelayanan yang dipercepat. Program yang terlaksana. Dan pembangunan yang benar-benar hadir di tengah kehidupan masyarakat.
Di situlah integritas dan loyalitas menemukan maknanya yang sesungguhnya yaitu bukan untuk melayani jabatan, tetapi untuk melayani rakyat. ****Zn












