Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Ketua Dewan Pembina PB Gemkara Batubara, Prof. Dr. O.K. Saidin, S.H., M.Hum, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan perkebunan di suatu daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, konsep pembangunan kebun plasma bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan membangun hubungan kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan OK Saidin kepada zulnas.com, Senin 3 Agustus 2026. Guru Besar Hukum itu menjelaskan, pengelolaan perkebunan idealnya mengedepankan prinsip community-based resources management atau pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat.

Dalam konsep tersebut, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga diberi ruang untuk berperan dalam menjaga dan mengelola sumber daya yang berada di sekitar wilayah perusahaan.

“Setiap kehadiran perusahaan harus memberi impact terhadap masyarakat sekitar. Jangan sampai perusahaan memperoleh manfaat ekonomi yang besar, sementara masyarakat yang hidup berdampingan dengan perusahaan justru tidak merasakan kesejahteraan,” tegas Prof. O.K. Saidin.

Baca Juga :  Akhir Tahun Penuh Makna, Bupati Batubara Serahkan Ribuan SK PPPK dan Tekankan Disiplin OPD

Menurutnya, esensi pembangunan kebun plasma adalah menciptakan keseimbangan kepentingan antara perusahaan dan masyarakat. Kehadiran perusahaan harus mampu membuka peluang ekonomi bagi warga, baik melalui pemanfaatan lahan, pengelolaan sumber daya alam, sistem pengelolaan air, maupun bentuk kemitraan produktif lainnya.

“Yang terpenting adalah bagaimana perusahaan dan masyarakat sama-sama memperoleh manfaat. Inilah semangat yang harus dibangun dalam pelaksanaan plasma,” katanya.

Prof. O.K. Saidin menekankan bahwa masyarakat sekitar tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Mereka harus dilibatkan dalam proses penyusunan aturan maupun pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan kebun plasma.

“Jangan sampai semua keputusan hanya ditentukan oleh perusahaan. Masyarakat harus memiliki peran nyata dalam menentukan arah pengelolaan karena mereka adalah pihak yang hidup berdampingan dengan perusahaan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memadukan kearifan lokal dengan sistem pengelolaan modern. Menurutnya, pengalaman dan nilai-nilai yang telah lama hidup di tengah masyarakat merupakan modal sosial yang perlu dijadikan bagian dari tata kelola perkebunan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Alat Berat PU Keruk Tanah, Kades Suka Jaya Sebut Agar Tidak Abrasi

Selain itu, pembagian manfaat dari program plasma harus dilakukan secara adil agar seluruh masyarakat yang berhak dapat merasakan hasilnya.

“Rakyat di sekitar perkebunan jangan dijadikan penonton. Mereka memiliki hak-hak kesejarahan atas keberadaan lahan perkebunan di wilayahnya. Karena itu, manfaat dari pembangunan plasma harus dirasakan secara adil oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Prof. O.K. Saidin, apabila masyarakat dilibatkan sebagai mitra, maka akan tumbuh rasa memiliki terhadap keberadaan perusahaan. Kondisi itu akan menciptakan hubungan yang harmonis sekaligus memperkuat keberlangsungan investasi di masa depan.

“Tujuan akhirnya bukan hanya menyeimbangkan kepentingan perusahaan dengan masyarakat, tetapi menjadikan masyarakat sebagai bagian dari perusahaan. Jika itu terwujud, masyarakat sendirilah yang akan menjaga keberlangsungan perusahaan. Inilah filosofi utama dari pembangunan kebun plasma,” pungkasnya. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot
Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Polres Labuhanbatu Gelar Warung Polri Presisi Minggu Ke-24

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:37 WIB