Zulnas.com, Batubara — Kelangkaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Batubara. Di sejumlah kios pengecer dan pasar tradisional, stok beras bersubsidi dari Bulog itu sulit ditemukan, sementara harga beras premium terus bertahan tinggi.
Bagi banyak keluarga, beras SPHP selama ini menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau. Namun dalam beberapa pekan terakhir, warga mengaku harus berkeliling dari satu toko ke toko lain tanpa hasil. Minggu 23 Agustus 2026.
Seorang pedagang di pasar Tanjung Tiram Azis mengungkapkan bahwa pasokan SPHP datang dalam jumlah terbatas dan cepat habis diserbu pembeli.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat apabila distribusi tidak segera dinormalisasi.
Pengamat ekonomi lokal Fauzi menilai kelangkaan SPHP bukan sekadar persoalan stok, tetapi juga menyangkut stabilitas daya beli masyarakat.
Dia menyebut, ketika beras murah sulit diperoleh, rumah tangga berpendapatan rendah terpaksa beralih ke beras komersial (premium) yang lebih mahal sehingga beban pengeluaran pangan meningkat.
Masyarakat berharap Bulog bersama pemerintah daerah setempat segera menambah distribusi SPHP ke Kabupaten Batubara agar pasokan kembali stabil dan harga beras tetap terkendali.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian warga, kehadiran beras SPHP dinilai menjadi salah satu penyangga utama ketahanan pangan keluarga. (Dan).












