Zulnas.com, Batubara — Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah sudut Kota Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Jumat (18/9/2026). Pemerintah Kabupaten Batubara bersama unsur TNI-Polri, dan Kajari Batubara beserta jajaran perangkat daerah dan masyarakat turun langsung bergotong royong secara masal membersihkan kawasan yang selama ini kerap menjadi titik penumpukan sampah.
Kegiatan Gotong Royong Jumat Bersih tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Sejumlah parit dibersihkan, sampah dikumpulkan dan diangkut, sementara saluran air yang tersumbat dibuka agar kembali mengalir menuju sungai hingga ke laut.
Bupati Batubara Dr. H. Baharuddin Siagian bersama Wakil Bupati H. Syafrizal, dan jajaran pemerintah daerah ikut berada di lapangan dengan mengorek parit-parit kotoran yang berada dalam drainase hingga dimasukkan kedalam kantong goni.
Kegiatan juga melibatkan unsur TNI/Polres, para kepala OPD beserta staf, camat se-Kabupaten Batubara, lurah dan kepala desa se-Kecamatan Tanjung Tiram, TKSK, GEMKARA, unsur pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga.
Sejumlah titik menjadi sasaran gotong royong, di antaranya Jalan Merdeka, Jalan Suka Maju, kawasan Koramil 05, sekitar PLN, Pasar Ikan, kawasan Boom, Jalan Rakyat, Gang Bunga Lingkungan I, Simpang Bogak Desa Pahlawan hingga Simpang Empat.
Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah jalur sepanjang sekitar 700 meter yang selama ini menjadi salah satu titik persoalan kebersihan dan kelancaran drainase.

Bukan Sekadar Angkut Sampah
Dengan peralatan sederhana seperti garukan sampah, cangkul dan karung, para peserta bergotong royong membersihkan parit yang dipenuhi sampah dan material penghambat aliran air.
Tak luput, Bupati Baharuddin Siagian juga turut terlihat turun langsung ke sisi parit dan ikut memastikan saluran yang tersumbat dibersihkan.
Pesannya sederhana, kota tidak akan bersih jika kebersihan hanya dibicarakan dari balik meja.
Selain membersihkan parit, kegiatan juga diarahkan untuk mengatur kesadaran pedagang agar tidak kembali membuang sampah sembarangan.
Sebab, persoalan Tanjung Tiram bukan hanya bagaimana mengangkut sampah yang sudah menumpuk, tetapi juga bagaimana menghentikan kebiasaan kurang baik yakni membuang sampah ke saluran air parit drainase
Jika parit kembali dipenuhi sampah, persoalan yang sama akan muncul lagi.

Dari Parit Menuju Laut
Gotong royong tersebut juga menyasar kelancaran sistem drainase. Parit yang selama ini tersumbat dibersihkan agar air dapat bergerak menuju saluran pembuangan, sungai dan selanjutnya ke laut.
Dengan demikian, kebersihan kawasan tidak hanya menyangkut estetika kota, tetapi juga berkaitan dengan fungsi drainase dan pengendalian genangan air.
Tanjung Tiram sebagai kawasan pesisir dan pusat aktivitas masyarakat membutuhkan perhatian terhadap persoalan sampah dan drainase secara berkelanjutan.
Kegiatan Jumat Bersih ini menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa menjaga kebersihan kota bukan semata-mata pekerjaan pemerintah.

Pemerintah membersihkan, masyarakat menjaga.
Karena setelah parit dibersihkan, tantangan berikutnya justru berada di tangan masyarakat, jangan kembali menjadikan parit sebagai tempat sampah.
Gotong royong pun akhirnya bukan hanya tentang mengangkat sampah dari parit, tetapi tentang membangun kembali kesadaran bahwa wajah sebuah kota merupakan cermin perilaku masyarakatnya.
Bahar menjelaskan, gotong royong bersama Forkopimda, TNI-Polri, ASN dan masyarakat kita laksanakan selama tiga hari, Jumat–Minggu (18–20 September 2026), sebagai upaya bersama mewujudkan Tanjung Tiram yang bersih, asri dan nyaman.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari taklimat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SCCI beberapa waktu lalu, untuk mendorong kota-kota besar, sedang maupun kecil agar terbebas dari sampah. Tanjung Tiram kita pilih sebagai titik awal karena merupakan salah satu kawasan penting dan ikon Kabupaten Batubara.
Selama ini gotong royong juga telah dilaksanakan di desa-desa dan kecamatan. Saya berharap semangat ini terus menjadi budaya bersama. Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat harus bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan.
Mari kita mulai dari lingkungan kita sendiri. Tanjung Tiram bersih, Batubara semakin asri dan nyaman. (Dan).












