Potret Buram Kepala OPD di Batubara (Bagian 2)

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Dalam setiap pergantian kepemimpinan daerah, selalu muncul satu pertanyaan yang menarik untuk dibahas: lebih penting mana, pejabat yang berintegritas atau pejabat yang loyal?

Pertanyaan ini barangkali juga punya relevansi dalam konteks Pemerintah Kabupaten Batubara saat ini.

Di tengah tuntutan percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan dorongan agar OPD bekerja lebih cepat, sosok pejabat yang dibutuhkan sesungguhnya bukan sekadar loyal atau sekadar berintegritas. Yang dibutuhkan adalah pejabat yang mampu memadukan keduanya.

Namun sebelum sampai ke sana, perlu dipahami terlebih dahulu perbedaan antara integritas dan loyalitas.

Pejabat Loyal Belum Tentu Berintegritas

Loyalitas sering dipahami sebagai kesetiaan kepada pimpinan. Dalam birokrasi, loyalitas penting karena setiap pejabat harus mampu menerjemahkan visi dan program kepala daerah ke dalam kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.

Namun loyalitas memiliki sisi lemah jika dipahami secara sempit.

Ada pejabat yang sangat loyal kepada atasannya, selalu hadir dalam setiap kegiatan, selalu mengiyakan setiap arahan, tetapi ketika diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan program, hasilnya tidak maksimal.

Ada pula pejabat yang loyal kepada jabatan, bukan kepada tugas. Mereka berusaha mempertahankan posisi, tetapi enggan mengambil risiko dalam bekerja. Akibatnya, program berjalan lambat, keputusan tertunda, dan pembangunan tidak bergerak sesuai harapan, bahkan proyek tidak bisa dijalankan.

Loyalitas seperti ini tentu tidak memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pejabat bukan seberapa sering ia dekat dengan pimpinan, tetapi seberapa besar manfaat yang dihasilkan dari pekerjaannya.

Baca Juga :  Menghitung Hari Bersama Baharuddin Siagian

Pejabat Berintegritas Tidak Selalu Populer

Berbeda dengan loyalitas, integritas berkaitan dengan karakter. Pejabat yang berintegritas adalah mereka yang berani bertanggung jawab atas tugasnya, bekerja sesuai aturan, jujur dalam mengelola amanah, dan tidak mudah tergoda oleh kepentingan pribadi.

Pejabat seperti ini terkadang tidak terlalu menonjol secara politik. Mereka lebih banyak bekerja daripada berbicara.

Mereka memahami bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas untuk mencari kenyamanan.

Ketika ada masalah, mereka tidak mencari kambing hitam. Ketika ada pekerjaan berat, mereka tidak bersembunyi di balik meja.

Ketika ada target yang harus dicapai, mereka tidak menunggu perintah berkali-kali. Mereka bergerak karena sadar bahwa masyarakat menunggu hasil kerja mereka.

Batubara Membutuhkan Pejabat yang Berani

Salah satu tantangan birokrasi daerah saat ini adalah munculnya budaya takut mengambil keputusan.

Sebagian pejabat terlalu khawatir salah langkah sehingga lebih memilih diam. Akibatnya, program yang seharusnya bisa dijalankan cepat menjadi lambat.

Padahal integritas tidak identik dengan ketakutan. Integritas justru melahirkan keberanian. Keberanian mengambil keputusan yang benar. Keberanian menjalankan program sesuai aturan. Keberanian mempertanggungjawabkan setiap kebijakan yang dibuat.

Bupati Baharuddin Siagian pernah menyampaikan bahwa dirinya ingin “lari 100”, sementara sebagian OPD masih berada di “kecepatan 40”.

Jika dianalisis lebih dalam, persoalan ini bukan semata-mata soal kemampuan teknis. Persoalan utamanya bisa jadi terletak pada keberanian dan mentalitas kerja.

Pejabat yang hanya menjaga posisi akan cenderung bermain aman. Sebaliknya, pejabat yang berintegritas akan berusaha mencari solusi tanpa melanggar aturan.

Pejabat Ideal: Loyal pada Visi, Berintegritas dalam Tindakan

Baca Juga :  Besok, Gemkara Akan Gelar Rakerda

Dalam filsafat pemerintahan modern, pejabat ideal bukanlah mereka yang hanya loyal atau hanya berintegritas.

Pejabat ideal adalah mereka yang loyal terhadap visi pembangunan daerah dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Loyal kepada visi berarti memahami arah yang ingin dicapai oleh kepala daerah.

Jika Bupati ingin mempercepat pembangunan, maka pejabat harus ikut mempercepat.

Jika Bupati ingin meningkatkan pelayanan publik, maka pejabat harus menciptakan inovasi pelayanan.

Namun dalam menjalankan semua itu, mereka tetap harus berintegritas.

Artinya bekerja sesuai hukum, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.

Yang Dibutuhkan Batubara Hari Ini

Masyarakat Batubara tidak membutuhkan pejabat yang pandai berbicara tetapi miskin hasil.

Masyarakat juga tidak membutuhkan pejabat yang hanya mempertahankan jabatan tanpa keberanian bekerja.

Yang dibutuhkan adalah pejabat yang memiliki empat karakter utama:

Pertama, berintegritas dalam mengelola amanah rakyat.

Kedua, loyal terhadap visi pembangunan daerah, bukan terhadap kepentingan kelompok tertentu.

Ketiga, berani mengambil keputusan sesuai aturan dan tanggung jawab jabatan.

Keempat, memiliki orientasi hasil, bukan sekadar rutinitas birokrasi.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak menilai seorang pejabat dari mobil dinas yang digunakan, ruang kerja yang ditempati, atau jabatan yang disandang.

Rakyat menilai dari hasil kerja yang mereka rasakan. Jalan yang diperbaiki. Pelayanan yang dipercepat. Program yang terlaksana. Dan pembangunan yang benar-benar hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Di situlah integritas dan loyalitas menemukan maknanya yang sesungguhnya yaitu bukan untuk melayani jabatan, tetapi untuk melayani rakyat. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB