Kantor Bupati Diujung Jabatan (I)

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 November 2023 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Setiap kali melintas dijalinsum Lima Puluh kota, kepalaku selalu kalah dengan pikiran, alasanya, karena energi itu memberikan isarat kemata untuk berpaling kekanan. Palingan muka itu menerima isarat karena ada bangunan yang tak biasa memecah konsentrasiku saat menyetir kenderaan.

Kemudian, setiap kali melintas, rasa penasaran itu selalu menghantui perasaan, hingga saatnya, setiur mobil kuarahkan ke titik lokasi, disitu terlihat bangunan megah yang konon katanya adalah bangunan kantor Bupati Batubara.

Dari kejauhan mata memandang memang terlihat indah, warna kuning dan merah menghiasi pelupuk mata, gedung bertingkat dua itu katanya ‘hadiah’ diujung masa jabatan Bupati Batubara.

Bangunan gedung permanen itu dihiasi sekat-sekat ruangan, nuansa bermotif melayu berwarna kuning kian terasa, cat gedung dihiasi sebagian berwarna merah, dilengkapi jendela kaca.

Fenomena itu, belakangan naik disejumlah media masa didaerah, ada berita yang bernuasa kritik konstruktif, ada pula yang membahas motif bangunan syarat dengan ciri khas kearifan lokal di daerah.

Dari awal, media online zulnas.com memang selalu cermat menyampaikan informasi pembangunan kantor Bupati Batubara, bahwa mulai dari pembebasan lahan, ganti rugi tanaman, hingga sempat mentok dimeja pengadilan, karena pihak Socfindo kala itu masih setengah hati untuk melepaskan.

Baca Juga :  Isi Kekosongan, 86 Pejabat Eselon III dan IV Pemkab Batubara Dilantik

Terakhir seiring waktu berjalan, keinginan politik kepala daerah itu mulai berjalan mulus, walaupun alokasi anggaran dibahas alot di gedung legislatif, hingga menuju jalan alternatif, APBD sempat ribut karna devisit.

Berdasarkan catatan zulnas.com, lokasi pembangunan kantor Bupati Batubara terletak dilokasi perkebunan PT Socfindo. Luas bangunan diperkirakan 50 hektar, namun hanya sebagian lahan saja baru digunakan, selebihnya masih terlihat tanami ubi, kala itu sempat viarl disejumlah media lokal.

Perlu diingat, pembangunan kantor bupati ini sedikit telat dari rancangan awal yang telah di ucapkan Bupati Zahir pada Tahun 2020 lalu.

Karena, saat itu Bupati berujar, pembangunan kantor bupati sebagai pusat pemerintahan Batubara itu akan dapat dinikmati oleh masyarakat sejak tahun 2023, bahkan dana cadangan-pun telah disiapkan dalam APBD 50 Milyar yang dari tahun ke tahun Silva, karena, Indonesia dihatam pandemi, hingga di tahun 2023 mega proyek itu baru bisa dikerjakan, tahap demi tahap.

Baca Juga :  Keberatan Secara Institusi, Kejaksaan Akan Laporkan Yang Catut Foto Kajari Batubara

Besarnya alokasi anggaran yang dibutuhkan memang terlihat pantastis. Dana itu diperkiran sudah menelan hingga 100 milyar, mulai dari pembebasan lahan, ganti rugi pokok, dokumen site plan, RAB, Desain, DID hingga bangunan fisik.

“Target saya tahun 2023 kantor pusat Pemerintah Batubara sudah berfungsi” kata Bupati Zahir, Sabtu, (23/11/2019) saat ditemui di komplek perumahan PT Inalum.

“Saya ingin awal tahun 2020 sudah ada pembebasan dan pematang lahan perkantoran pemerintah Batubara di depan jalinsum, tepatnya dilahan PT Socfindo, dikarenakan di APBD – Perubahan 2019 sudah dianggarkan untuk masterplannya sebesar Rp 500 juta di areal tersebut (sebagai dokumen penunjang) untuk pembangunan fisiknya, agar tercapainya visi misi Bupati,” ucap Zahir.

Bersambung….

Baca : Zahir : Kantor Bupati Batubara Mulai Dibangun 2020

Baca : Siasat Perundingan Pembangunan Kantor Bupati, Dari Harga Hingga Meja Pengadilan

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB