Lagi, Nelayan Hilang Tenggelam Di Perairan Beting Bawal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 April 2019 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com.Batubara – Belum lagi Fahmi nelayan pukat teri yang hilang jatuh ke laut sepekan lalu ditemukan. Kali ini terjadi lagi peristiwa yang sama dialami nelayan pukat tarik milik salah seorang pengusaha perikanan yang bertangkahan di kuala Batubara perairan Kecamatan Tanjung Tiram, Rabu (10/4) sore.

Korban bernama M Yamin, 25 warga Dusun V Desa Kampung Lalang Kec Tanjung Tiram ini diketahui hilang dan jatuh ke laut, setelah boat ditumpanginya yang dinakhodai H alias Aman meninggalkan beting bawal di perairan kawasan tangkapan ikan.

Baca Juga :  Lagi, Dua Pejabat Dinas Lingkungan Hidup Batubara Ditahan, Diduga Tilep Gaji Petugas Kebersihan

Baca Juga : ABK Nelayan Hilang Tenggelam Diperairan Pulau Pandang

“Saat mau diajak makan, kami melihat korban yang masih lajang itu sudah tidak ada di sampan”, tukas M Tuah adik korban yang turut melaut dalam satu sampan.

M Yamin sampai sekarang sudah memasuki hari ketiga, Jum’at (12/4) belum juga ditemukan. Menurut warga, korban sehari-harinya melaut sebagai nelayan guna membantu kehidupan keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.

Anak pertama dari Alm Ponimin ini di ketahui sudah tidak ada dan jatuh kelaut saat boat ditumpanginya menangkap ikan disekitar kawasan beting bawal atau setengah mil dari Pulau Salah Namo.

Sementara upaya pencarian masih dilakukan oleh nelayan maupun kapal patroli Tim SAR dan Kapal Patroli AL Tanjungbalai.

Kepala Dinas BPBD Kab Batubara M Nasir Yuhanan Jum’at (12/4) membenarkan korban jatuh dan tenggelam kelaut. Sedangkan upaya pencarian terhadap korban masih dilakukan bersama petugas gabungan dari SAR Tanjung Balai, Satpol Air Tanjung Tiram dan BPBD Batubara. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar
Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru