Ketua PAN Batubara Khairul Bariah Tanggapi Aksi GERBRAK: “Kritik Harus Berdasarkan Data Valid, Bukan Sekadar Opini Liar”

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara, — Menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) di Jakarta yang menyeret nama Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Batubara, Khairul Bariah, memberikan respons tegas namun rasional.

Khairul Bariah menyayangkan aksi tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dirinya yang juga dipercaya sebagai Ketua Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) Kabupaten Batubara.

“Saya sebagai Ketua KSJ Batubara merasa tersinggung, karena aksi yang membawa nama Bupati dilakukan tanpa komunikasi atau konfirmasi. Apalagi isu yang dibawa belum jelas validitas datanya,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPRD Batubara Fraksi PAN, Senin 4 Agustus 2025.

Tak Pernah Terlibat Rapat, Jabatan Ketua KSJ Hanya via Telepon

Bariah mengungkapkan bahwa pengangkatannya sebagai Ketua KSJ Batubara dilakukan secara informal melalui sambungan telepon pasca-Pemilu Legislatif 2025, tanpa pernah ada pertemuan resmi ataupun penyerahan SK dari pengurus pusat.

“Sampai hari ini belum pernah ada rapat, belum pernah bertemu langsung dengan pengurus pusat, dan belum ada SK yang saya terima. Kalau memang suara saya tidak dihargai, maka secara resmi saya akan mengundurkan diri dari KSJ,” tegasnya sembari mengatakan akan membuat surat pengunduran resmi ke KSJ Pusat yang diketuai “S”.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Empat Negeri, BPBD Batubara Lakukan Evakuasi Cepat

Baharuddin Bupati, Bukan Sekadar Mantan Kadisporasu

Dalam kapasitasnya sebagai legislator dan ketua partai koalisi pendukung pemerintah daerah, Khairul Bariah menegaskan bahwa dukungannya terhadap Baharuddin Siagian didasarkan pada legitimasi politik dan kinerja sebagai Bupati Batubara, bukan karena latar belakang masa lalu di Dispora Sumut.

“Hari ini kita bicara tentang Bupati Batubara. Baharuddin Siagian adalah kepala daerah hasil dukungan politik yang sah, dan PAN adalah bagian dari partai pengusung. Kami mengawal pemerintahan ini, bukan karena masa lalunya, tapi karena kepercayaan rakyat yang harus dijaga,” tegasnya.

Audit BPK Bukan Alat Pidana, Kritik Harus Berdasar

Terkait dugaan korupsi yang disuarakan dalam aksi GERBRAK, Bariah mengingatkan bahwa hasil audit BPK bersifat administratif dan belum tentu mengandung unsur pidana. Ia mengajak publik untuk lebih berhati-hati dalam menyimpulkan sesuatu.

“Kalau mau mengkritik, gunakan data yang valid. Jangan cuma berdasarkan laporan audit. Silakan buat investigasi sendiri, hadirkan bukti, baru bicara. Kalau hanya beropini tanpa dasar, anak kecil pun bisa. Tapi politik yang sehat butuh akal sehat,” sindirnya.

Baca Juga :  Terkait Kematian Lembu, DPRD Batubara Terima Pengaduan Warga

PAN Tetap Kawal Pembangunan di Batubara

Khairul Bariah menegaskan bahwa PAN akan terus mengawal pembangunan di Batubara bersama elemen pemerintah lainnya, sembari membuka ruang kritik yang konstruktif dan elegan.

“Kami terbuka terhadap kritik, tetapi harus dalam kerangka etika dan data yang benar. Kalau hanya membawa-bawa nama orang untuk kepentingan pribadi atau politik, itu bukan aktivisme, tapi manuver murahan,” tutupnya.

Lebih lanjut, Anggota DPRD Batubara itu menerangkan bahwa aksi tersebut digelar berdasarkan hasil pemeriksaan dari BPK Ri, bukan hasil investigasi. Dan dari Kadispora Sumut sendiri telah memberikan klarifikasi terkaih ihwal hal tersebut, dan telah dikembalikan atau di setor ke khas pemprop Sumut.

Jika hal tersebut terus dibesar-besarkan, Bariah menduga pihak demo punya agenda besar dengan menebar fitnah melalui ‘agen’ demo. Karena yang demo, orangnya itu-itu aja. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB