DPRD Batubara Dorong Revisi RTRW: Tiga Zona Baru, Wajah Baru Kabupaten Batubara

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Gagasan besar untuk menata ulang arah pembangunan Kabupaten Batubara mulai menguat di parlemen daerah. Anggota DPRD Batubara dari Fraksi Karya Nasional dari Partai Golkar, Nafiar, S.Pd., M.Si, mendorong pemerintah daerah segera melakukan revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Menurut Nafiar, revisi ini bukan sekadar formalitas hukum, tetapi merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan arah pembangunan dengan kondisi aktual wilayah dan potensi yang dimiliki Batubara.

Nafiar menilai, dalam grand design pembangunan lima tahun ke depan, Batubara perlu dibagi dalam tiga zona utama dengan fungsi berbeda namun saling melengkapi.

“Kita ingin Batubara memiliki arah pembangunan yang jelas. Secara geografis dan sosial ekonomi, daerah ini bisa dibagi menjadi tiga pusat pertumbuhan baru,” ujar Nafiar kepada zulnas.com, Kamis (9/10/2025).

Tiga Zona Pembangunan Batubara

Zona Kota Administratif – Lima Puluh dan Sekitarnya. Kawasan ini akan difokuskan sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan publik. Lima Puluh yang secara geografis berada di tengah Kabupaten Batubara dinilai paling strategis untuk dikembangkan sebagai kota administratif Batubara.

Zona Industri – Kuala Tanjung dan Sekitarnya. Kuala Tanjung dengan keberadaan pelabuhan internasional dan kawasan industri menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Dengan infrastruktur yang semakin maju, wilayah ini disiapkan sebagai pusat ekonomi dan industri manufaktur yang menopang pendapatan daerah.

Baca Juga :  SMPBB Ajak Masyarakat Dukung Program Pembangunan di Batubara

Zona Budaya Melayu – Tanjung Tiram, Nibung Hangus, dan Sekitarnya.
Wilayah pesisir ini diusulkan menjadi kawasan budaya Melayu Batubara. Keberadaan Gedung Istana Datuk Lima Laras di Nibung Hangus menjadi simbol kuat identitas sejarah dan warisan budaya yang layak dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya unggulan.

“Kawasan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus punya nilai historis dan budaya yang tinggi. Ini bisa menjadi basis pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis budaya Melayu,” terang Nafiar.

Tinjau Ulang Rumah Dinas Bupati

Dalam kesempatan yang sama, Nafiar juga menyarankan agar Bupati Batubara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si meninjau ulang penempatan rumah dinas bupati yang saat ini berada di kompleks Tanjung Gading.

Ia mengusulkan agar rumah dinas tersebut dipindahkan ke wilayah Kecamatan Sei Balai, tepatnya di bekas rumah dinas Asisten Kepala (Askep) Simpang Sei Bejangkar, yang dinilai lebih mudah diakses masyarakat.

“Bupati dan wakil bupati adalah pejabat publik. Sudah seharusnya masyarakat mudah bersilaturahmi dengan pemimpinnya. Lokasi di Tanjung Gading terlalu tertutup karena harus melalui pemeriksaan ketat dan meninggalkan KTP di pos keamanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Temu Karya Karang Taruna Batubara Siap Digelar Tahun 2025

Aspek Politik dan Perencanaan Wilayah

Dorongan revisi RTRW ini juga memiliki dimensi politik yang signifikan. Sebagai kader Partai Golkar, Nafiar menegaskan bahwa arah pembangunan harus sinkron dengan visi daerah dan partai politik yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Selain itu, ia menyoroti adanya ketidaksesuaian dalam Perda RTRW 2020, terutama mengenai penetapan kawasan laut dan pulau-pulau kecil yang secara hukum menjadi kewenangan Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah pusat.

“Kita tidak bisa terus mengacu pada perda lama yang tidak relevan dengan kondisi riil. DPRD bersama eksekutif punya hak dan tanggung jawab untuk merevisi agar arah pembangunan lebih tepat sasaran,” kata Nafiar menegaskan.

Menuju Batubara yang Tertata dan Berdaya Saing

Revisi RTRW ini diharapkan menjadi pondasi tata ruang yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pelestarian budaya lokal. Dengan pembagian tiga zona besar, Batubara berpotensi tumbuh menjadi kabupaten yang berimbang, berdaya saing industri, berwawasan budaya, dan ramah bagi masyarakatnya. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi-Fraksi di DPRD Batubara Cermati Laporan APBD 2025
Momentum Hari Asyura, BKPRMI Batu Bara Ajak Masyarakat Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Disabilitas
JPU Kejari Batubara Tuntut 12 Terdakwa Korupsi Proyek Jalan, Kerugian Negara Capai Rp6 Miliar
BAKOMUBIN Batubara Ingatkan Pejabat Baru Pegang Teguh Amanah dan Integritas
Bupati Baharuddin Rombak Pejabat di Batubara (Bagian 3)
Dari Kabag Kesra, Yusrizal Dilantik Menjadi Camat Tanjung Tiram
Bupati Baharuddin Rombak Pejabat di Batubara
Ketua Harian IPK Batubara Basri Saragih: Kritik Harus Membangun, Infrastruktur Batubara Sedang Berproses

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:43 WIB

Fraksi-Fraksi di DPRD Batubara Cermati Laporan APBD 2025

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:27 WIB

Momentum Hari Asyura, BKPRMI Batu Bara Ajak Masyarakat Tebar Kepedulian kepada Anak Yatim dan Disabilitas

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:09 WIB

JPU Kejari Batubara Tuntut 12 Terdakwa Korupsi Proyek Jalan, Kerugian Negara Capai Rp6 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:13 WIB

BAKOMUBIN Batubara Ingatkan Pejabat Baru Pegang Teguh Amanah dan Integritas

Senin, 22 Juni 2026 - 23:45 WIB

Bupati Baharuddin Rombak Pejabat di Batubara (Bagian 3)

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Gara gara ibu viral, Polisi Musnahkan Barak Narkoba

Kamis, 25 Jun 2026 - 00:23 WIB

BATUBARA

Fraksi-Fraksi di DPRD Batubara Cermati Laporan APBD 2025

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:43 WIB