Daya Beli Melemah, Harga Bahan Pokok dan Beras Naik, Pasar Tanjung Tiram Sepi Pembeli

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Tanjung Tiram — Aktivitas perdagangan di Pasar Ikan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, Propinsi Sumatera Utara, pada Kamis (25/6/2026), tampak lesu. Sejumlah lapak pedagang terlihat kosong, sementara jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional tersebut jauh berkurang dibandingkan hari-hari biasanya.

Pantauan zulnas.com, sejak pukul 06.00 WIB terlihat di Jalan Nelayan dan Jalan Rakyat di Pusat kota Tanjung Tiram menunjukkan pergerakan ekonomi rakyat di pasar itu belum menggeliat. Pedagang mengaku kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir seiring melemahnya daya beli masyarakat dan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok.

Beberapa komoditas yang masih bertahan pada harga tinggi antara lain ikan gembung yang dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, cabai merah mencapai Rp40.000 per kilogram, serta minyak goreng merek Minyak Kita program subsidi pemerintah dari Bulog yang dipasarkan sekitar Rp22.000 per liter.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya distribusi dan transportasi setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax.

Baca Juga :  Anton Ritonga : Prospek Budidaya Udang Faname dan Rumput Laut di Batubara

Soleh, salah seorang pedagang buah di Pasar Tanjung Tiram, mengaku penjualan dagangannya mengalami penurunan cukup signifikan.

“Kondisi ini sudah terjadi beberapa minggu. Kami kesulitan menjual barang karena daya beli masyarakat melemah,” ujarnya.

Tidak hanya komoditas harian, harga beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat juga mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp1.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai merek dan kemasan beras yang beredar di pasaran.

Kondisi pasar Tanjung Tiram di Jalan Rakyat kecamatan Tanjung Tiram, pada Kamis 25 Juni 2026 terlihat sepi
Kondisi pasar Tanjung Tiram di Jalan Rakyat kecamatan Tanjung Tiram, pada Kamis 25 Juni 2026 terlihat sepi

Berdasarkan daftar harga terbaru, beras merek KPMJ kemasan 4,5 kilogram kini dijual Rp69.000, kemasan 9,5 kilogram Rp143.000, dan kemasan 29,5 kilogram mencapai Rp440.000. Sementara beras Rajawali kemasan 5 kilogram dipasarkan Rp76.000, kemasan 10 kilogram Rp150.000, dan kemasan 30 kilogram mencapai Rp447.000.

Baca Juga :  Zahir : 2019, Pemerintah Sudah Siapkan Lapangan Kerja, Melalui Agen E Warung

Untuk kategori premium, beras KPMJ Super kemasan 25 kilogram dijual Rp393.500, sedangkan beras Geisha kemasan 5 kilogram mencapai Rp80.000, kemasan 10 kilogram Rp158.500, dan kemasan 30 kilogram mencapai Rp471.000.

Kondisi ini menambah tekanan bagi masyarakat, terutama kalangan berpenghasilan rendah yang harus mengalokasikan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pelaku pasar berharap pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi harga dan memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok agar kenaikan harga tidak terus membebani masyarakat.

Di sisi lain, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal juga dinilai penting untuk mengembalikan daya beli masyarakat yang saat ini terlihat mengalami penurunan.

Sepinya pasar tradisional menjadi sinyal bahwa persoalan yang dihadapi bukan hanya soal harga yang naik, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk membeli yang semakin terbatas. Dalam jangka panjang, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius agar roda ekonomi rakyat di tingkat bawah tetap bergerak dan tidak semakin melemah. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor
Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih
Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat
Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”
Revolusi Pertanian di Batubara: RPB Cabai Siap Angkat Kesejahteraan Petani Lokal
Ternyata Manfaat Limbah Kopi Sangat Dahsyat, Apa Itu?
Bantu Pengusaha, Bank Sumut Lima Puluh Promosikan Produk KMSS
Kenaikan Harga Beras, Jangan Sampai Menyulitkan Petani Dapatkan Pupuk

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:50 WIB

Daya Beli Melemah, Harga Bahan Pokok dan Beras Naik, Pasar Tanjung Tiram Sepi Pembeli

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:49 WIB

Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor

Senin, 2 Juni 2025 - 00:38 WIB

Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih

Kamis, 1 Mei 2025 - 17:05 WIB

Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:07 WIB

Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Gara gara ibu viral, Polisi Musnahkan Barak Narkoba

Kamis, 25 Jun 2026 - 00:23 WIB

BATUBARA

Fraksi-Fraksi di DPRD Batubara Cermati Laporan APBD 2025

Rabu, 24 Jun 2026 - 19:43 WIB