Usai Mimpi Makan Jengkol, Ini Yang Dilakulan Gubernur Edy

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Januari 2020 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Dalam acara tanam perdana cabai merah dan bawang merah di Perkebunan Tanjung Kasau, Kecamatan Laut Tador, Kabupaten Batubara, Selasa (14/1/2020), Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengungkapkan beberapa hari lalu dirinya telah bermimpi makan jengkol.

“Satu atau dua minggu lalu saya mimpi makan jengkol. Habis makan jengkol, saya tanya, dari mana jengkol ini. Kok enak sekali. Datang orang ramai-ramai, itu Bapak ambil jengkol di sepanjang jalan tol. Datang saya ke sana, kok ada jengkol di sini, Ditanam Pak di sepanjang jalan ini,” kata Edy.

Baca Juga :  Geliat Pilkades Calon Incumbent dan Nomer Urut

Besoknya, lanjut Edy, dalam rapat, dia langsung memerintahkan salah seorang kepala dinas untuk menanam pohon jengkol di sepanjang jalan tol. Namun Gubsu tak menyebut siapa atau kepala dinas apa yang diperintahnya tersebut.

“Terbangun saya. Besok rapat, saya perintahkan kepala dinas saya, agar sepanjang jalan tol nanti ditanam jengkol. Karena jengkol itu adalah ekspor. Padahal saya belum tahu pohon jengkol kayak apa,” katanya.

Baca Juga :  12 Anggota Panwascam Lima Puluh Dilantik, Abdillah Sebut Jaga Kepercayaan

Saat ini, kata Edy, pohon jengkol tersebut sedang dalam tahap pembenihan. Jumlahnya ribuan pohon. Ia berharap, hasil dari pohon jengkol itu dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sepanjang jalan tol nanti akan ditanam jengkol. Semuanya jengkol. Sehingga ketika lewat pun, rakyat nanti ikut panen pohon jengkol. Kita tinggal membuat pos-pos, kita beli jengkol-jengkol itu, kemudian kita ekspor. Itulah hasil mimpi saya,” pungkasnya. ***muis

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB