Zupnas.com, BATUBARA — Kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas di kawasan wisata Pulau Pandang, Kabupaten Batubara, kembali menjadi perhatian pengunjung. Pasalnya, terdapat bangunan yang terlihat terbengkalai dan tidak terawat, termasuk sebuah jembatan yang kondisinya mulai mengalami kerusakan.
Pantauan zulnas.com, di lokasi, Selasa (18/8/2026), memperlihatkan sebuah bangunan permanen yang tampak tidak lagi digunakan secara optimal. Bagian atap bangunan terlihat rusak dan ditumbuhi tanaman liar, sementara lingkungan di sekitarnya juga tampak dipenuhi semak belukar.
Kondisi serupa terlihat pada fasilitas jembatan di kawasan pantai. Sejumlah bagian konstruksi jembatan tampak mengalami kerusakan, bahkan terdapat bagian yang berlubang dan tergerus sehingga menimbulkan kesan fasilitas tersebut sudah lama tidak mendapatkan perawatan.
Seorang pengunjung yang enggan menyebutkan namanya kepada zulnas.com mengaku prihatin melihat kondisi fasilitas yang ada di Pulau Pandang. Menurutnya, fasilitas yang dibangun dengan biaya pembangunan yang tentunya tidak sedikit seharusnya dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.
“Kalau dilihat seperti ini, sangat disayangkan. Bangunannya ada, tetapi terkesan dibiarkan begitu saja. Jembatannya juga sudah rusak,” ujar pengunjung tersebut.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung. Apalagi, Pulau Pandang kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang menarik perhatian masyarakat.

Menurutnya, apabila fasilitas yang telah dibangun tidak dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan, maka manfaat pembangunan tersebut dikhawatirkan tidak dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Sayang kalau bangunan yang sudah permanen seperti ini dibiarkan sampai rusak. Harapan kami pemerintah memperhatikan dan melakukan perawatan agar fasilitas ini benar-benar bermanfaat bagi wisatawan,” katanya.
Kondisi jembatan yang mengalami kerusakan juga dinilai perlu mendapat perhatian serius, terutama dari sisi keselamatan pengunjung. Infrastruktur yang berada di kawasan wisata dan digunakan masyarakat semestinya mendapat pemeriksaan serta pemeliharaan secara berkala.
Sorotan pengunjung tersebut bukan serta-merta membuktikan adanya kerugian negara. Namun, kondisi fasilitas yang terbengkalai memunculkan pertanyaan publik mengenai status aset, anggaran pembangunan, pemanfaatan, serta tanggung jawab pemeliharaannya.
Karena itu, pemerintah daerah maupun instansi terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai kapan fasilitas tersebut dibangun, sumber anggarannya, siapa pengelola asetnya, serta mengapa sejumlah bangunan dan jembatan di Pulau Pandang kini terlihat dalam kondisi kurang terawat.
Terlebih, apabila Pulau Pandang terus dikembangkan sebagai destinasi wisata, keberadaan fasilitas yang aman, layak dan terawat menjadi salah satu faktor penting untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan sekaligus menjaga aset pemerintah agar tidak terbengkalai.
Zulnas.com akan terus menelusuri informasi mengenai status bangunan dan jembatan tersebut, termasuk sumber anggaran pembangunannya serta instansi yang bertanggung jawab atas pemeliharaannya. (Karnes).












