Tanjung Tiram: Wajah Kota yang Terus Berubah di Tiga Kepemimpinan Bupati Batubara

- Jurnalis

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, – Tanjung Tiram, sebuah kota pesisir di Kabupaten Batubara, bukan sekadar pintu gerbang menuju laut dan pelabuhan. Kota ini juga telah menjadi saksi bagaimana kebijakan pembangunan berubah wajah, seiring pergantian kepemimpinan bupati.

Median jalan, taman kota, hingga lampu hias yang kini gemerlap di malam hari, semuanya merekam jejak gaya kepemimpinan tiga bupati: OK Arya, Zahir, dan Baharuddin Siagian.

Era OK Arya: Menanam Pohon, Membuka Ruas Jalan, dan Menghidupkan UMKM

Di masa kepemimpinan Bupati OK Arya, Tanjung Tiram mendapat sentuhan awal pembangunan. Median Jalan Merdeka dibangun dengan konsep jalur hijau deretan pohon ditanam, seakan menjadi paru-paru kecil di tengah kota pesisir yang padat.

Selain itu, ia mengubah wajah lalu lintas Tanjung Tiram dengan menjadikan ruas jalan utama sebagai jalan dua arah, menata ulang arus kendaraan yang menuju pelabuhan dan pusat keramaian.

Tak hanya itu, OK Arya juga melirik potensi ekonomi rakyat. Di simpang empat Tanjung Tiram, ia membangun galeri kios yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Tempat itu menjadi ruang hidup baru bagi pedagang kecil, sekaligus ikon kota kala itu. Konsepnya sederhana: memberi ruang ekonomi di tengah denyut kehidupan kota pesisir.

Era Zahir: Median Dibongkar, Taman Kota dengan Ikon Sampan

Ketika tongkat kepemimpinan beralih ke Bupati Zahir, wajah Jalan Merdeka kembali berubah. Median jalan dengan pohon kota yang pernah dibangun era OK Arya, dibongkar. Eskavator bekerja pada Februari 2020, meratakan jalur hijau yang sebelumnya jadi pembatas jalan. Sebagai gantinya, Zahir menghadirkan tiang listrik dengan lampu penerangan jalan, dan menghilangkan pohon kotanya.

Baca Juga :  MTQ Tanamkan Nilai Al Quran dalam Kehidupan Manusia

Tak berhenti di situ, kios galeri yang dibangun era OK Arya juga dirombak. Bangunan tersebut dialihfungsikan menjadi taman kota dengan ikon baru: sebuah gambar sampan besar yang terpasang di atas bekas bangunan kios.

Bagi Zahir, pembenahan itu adalah bagian dari rencana besar: menjadikan Tanjung Tiram sebagai kota satelit pesisir. Mantan Pejabat Bupati Batubara, Syaiful Syafri, bahkan menyebut pembangunan itu penting karena Tanjung Tiram memiliki nilai strategis. Kota ini diproyeksikan sebagai wajah percontohan kota pesisir Batubara.

Namun, kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, masyarakat mendukung pembongkaran median jalan karena dianggap mengurangi kemacetan. Di sisi lain, sebagian merasa hilangnya pohon membuat wajah kota kering dan gersang.

Era Baharuddin Siagian: Gemerlap Lampu Hias, Kota yang Bercerita di Malam Hari

Kini, di masa kepemimpinan Bupati Baharuddin Siagian, Tanjung Tiram kembali berubah. Median jalan tak lagi jadi perdebatan, melainkan suasana kota yang dipoles dengan gemerlap lampu hias. Jalan Merdeka di malam hari kini tak lagi gulita. Lampu-lampu berwarna emas, biru, dan hijau menghiasi tiang listrik, melilit anggun bagai untaian cahaya yang menuntun perjalanan warga.

Baca Juga :  ISNU Ingatkan Masyarakat Jangan Salah Memilih Pemimpin Batubara

Malam di Tanjung Tiram kini hidup. Anak-anak bermain kejar-kejaran di bawah cahaya, remaja menjadikan jalanan sebagai latar swafoto, dan pedagang kaki lima menikmati berkah dari ramainya pengunjung. “Kalau malam, Tanjung Tiram sekarang seperti punya roh baru. Ramai, tapi hangat,” ujar Amir, seorang warga yang menikmati kopi hitam di warung kecil pinggir jalan.

Gemerlap lampu itu tak hanya soal estetika. Ia adalah simbol: bahwa kota pesisir ini ingin bersinar, bahkan saat mentari tenggelam. Pantulan cahaya di permukaan laut dekat dermaga, menjadikan Tanjung Tiram tak sekadar kota nelayan, tapi kota dengan identitas baru.

Tanjung Tiram: Kota yang Terus Berbenah

Perjalanan Tanjung Tiram di bawah tiga kepemimpinan bupati menunjukkan bagaimana setiap pemimpin meninggalkan jejaknya masing-masing. OK Arya membangun median hijau dan ruang UMKM, Zahir merombak dengan konsep kota satelit, sementara Baharuddin memberi sentuhan gemerlap yang menghidupkan suasana malam.

Namun, semua itu masih menyisakan pekerjaan rumah. Jalan raya yang sempit, drainase yang belum tuntas, serta penataan kota yang masih berantakan menjadi tantangan bagi masa depan. Tanjung Tiram bukan sekadar membutuhkan wajah indah, tapi juga fondasi kuat agar benar-benar tumbuh sebagai kota pesisir modern.

Kini, di bawah cahaya lampu hias, Tanjung Tiram seperti bercerita. Sebuah kisah kota kecil yang tak pernah berhenti berbenah, mengikuti arah zaman, menunggu pemimpin berikutnya menorehkan kisah baru. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan
Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria
MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara
Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu
Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya
PB GEMKARA Santuni Keluarga Pejuang Pemekaran, Air Mata Haru Warnai Peringatan HUT ke-19 Batubara
PB Gemkara Desak Presiden Prabowo Ambil Alih Eks HGU PT Socfindo Tanah Gambus
Tokoh Pemuda Apresiasi Penunjukan Zulkarnain Achmad sebagai Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung
Berita ini 270 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 17:41 WIB

Plt Direktur PDAM Tirta Tanjung Sampaikan Klarifikasi Terkait Kondisi Perusahaan

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:53 WIB

Baharuddin Siagian Pimpin Rakor Bentuk Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Agraria

Senin, 12 Januari 2026 - 15:53 WIB

MV Star Voyager Bawa Ribuan Turis Mancanegara di Awal 2026 di Batubara

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:24 WIB

Sempat Bentrok, Ratusan Warga Poktan Perjuangan Duduki Lahan PT Socfindo Tanah Gambus, Wabup Beri Tenggat 1 Minggu

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:55 WIB

Di Ujung Tahun, Kertas Bernama SK Itu Mengubah Segalanya

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sekda Dorong Penguatan Organisasi BPBD dan Budaya Gotong Royong

Rabu, 21 Jan 2026 - 10:05 WIB