Merasa Dibola-bola, Pak Ancil Kecewa Urus KK di Capil Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 Maret 2019 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara,zulnas.com – Seorang warga Dusun I Desa Suka Jaya Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara Pak Ancil merasa dikecewakan. Pasalnya, dalam pengurusan pembuatan Kartu Keluarga (KK) baru di Dinas Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batubara, ia merasa di ‘bola- bola’.

“Saya datang hari senin (04/03/2019) mulai pagi jam 09.00 berkas permohonan sudah saya masukan ke bagian pos pelayanan, setelah jam 14.00 siang baru berkas saya dikabari bahwa tidak memenuhi syarat”, ujar Pak Ancil kesal.

Pak Ancil menjelaskan, jika memang dari awal petugas menjelaskan bahwa berkas saya tidak memenuhi syarat atau ada kurang, saya bisa pulang untuk memperbaiki dan datang kembali agar berkas saya dapat selesai karena sangat mendesak untuk digunakan.

Baca Juga :  Polres Batubara dan Wartawan Jalin Silaturahmi

Baca Juga : Belum Dapat E KTP? Tenang, Zahir Perintahkan Petugas Antar Kerumah Warga

“Kalau dari awal dikasih kabar, kan bisa saya ambil kebijakan dengan cepat memperbaiki berkas yang kurang”, jelas Pak Ancil.

Ia menjelaskan, datang ke kantor Capil untuk memperbarui berkas KK yang baru. Karena, ada tambahan keluarga yang belum didaftarkan, dan ada juga pengurangan anggota keluarga karena sudah berkeluarga dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Ditanah Ini Akan Dibangun Perkuburan, Puluhan Warga Protes

“Kartu keluarga itu atas nama Jurlan, dan satu lagi Faisal Riza. Dua KK itulah yang saya uruskan. Mereka itukan keluarga saya. Bukan orang lain. Saya bukan calo, kenapa saya di bola-bola”, Jelasnya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Catatan Sipil Kabupaten Batubara Lutfi ke nomer Handphone 08116132xx menyebutkan salah sambung. Maaf ya, ini salah sambung”, sebutnya. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB