Soal RDP Plasma, Perkebun Beda Tafsir, DPRD Siap Bentuk Pansus

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Polemik kewajiban plasma 20 persen bagi pekebun sawit yang berada di Kabupaten Batubara nampaknya menarik untuk dicermati. Pasalnya, regulasi yang menganut ihwal tersebut menimbulkan berbagai tafsir sehingga mendorong para pihak baik IWO dan DPRD menjadi hangat membicarakan ihwal tersebut.

Demikian yang dikemukan ketua PD IWO Kabupaten Batubara usai acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) digedung dewan, senin (1 Desember 2025) kemarin.

RDP yang dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Batubara, Darius, menghadirkan jajaran Komisi I lainnya Sudarman, Saiful, dan Suminah serta berbagai pihak terkait, termasuk BPN Batubara, perwakilan sejumlah perkebunan, Camat Datuk Lima Puluh, kepala desa, dan OPD terkait.

Perkebunan Klaim Sudah Jalankan Plasma, tapi

Lima perusahaan perkebunan yang hadir PT Socfindo, PT Lonsum Dolok Estate, PTPN IV (TIU & Dusun Ulu), serta PT Perkebunan Kuala Gunung mengaku telah menerapkan kewajiban plasma melalui pola kemitraan.

Namun ada poin krusial yang memantik tanda tanya yakni Tidak satu pun perusahaan yang menyebutkan secara rinci luasan plasma atau jumlah pekebun binaan, dan seluruhnya menegaskan bahwa plasma tidak diambil dari areal Hak Guna Usaha (HGU), melainkan dari kemitraan dengan pekebun di luar lahan mereka.

Baca Juga :  Pengusaha Garam Ini Diangkat Jadi Petugas Kebersihan Sampah

IWO Batubara Tegas: Plasma Wajib dari Lahan HGU

Sikap ini ditolak tegas oleh IWO Batubara melalui ketuanya, Darmansyah, yang menyebut regulasi jelas menyatakan bahwa plasma 20% harus bersumber dari luasan HGU, bukan dari pola pembinaan di luar areal.

“Ini bukan sekadar soal klaim kemitraan. Aturannya mewajibkan plasma 20% diambil dari HGU perkebunan. Tidak boleh ditafsirkan sesuka hati,” tegas Darmansyah, sekaligus meminta DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menuntaskan sengkarut ini.

DPRD Temukan Indikasi “Keanehan”

Darius, yang juga berlatar belakang advokat, mengaku telah menelaah sejumlah regulasi mulai dari UU 39/2014 tentang Perkebunan, hingga Permentan No. 98/2013 dan Permentan No. 26/2007. Dari kajian awal, ia menemukan adanya celah tafsir yang justru kerap dimanfaatkan.

Tak hanya itu, Darius juga menyinggung adanya indikasi praktik transaksional dalam pendataan peserta plasma. “Ada laporan nama warga dicatut sebagai peserta plasma tanpa sepengetahuan mereka. Ini serius,” ujarnya.

Camat: Tidak Pernah Dilibatkan

Camat Datuk Lima Puluh, Wahidin Kamal, mengungkap fakta mengejutkan lainnya:
Kecamatan tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi atau pendataan plasma, padahal beberapa perusahaan beroperasi di wilayahnya.

Baca Juga :  LKPI Serahkan Surat Dukungan Pansus Plasma HGU ke DPRD Batubara

“Kami hanya menerima informasi dari masyarakat. Tidak ada koordinasi dari pihak perusahaan,” ungkap Camat.

DPRD Resmi Akan Dorong Pembentukan Pansus

Mendengar berbagai perbedaan versi dan dugaan penyimpangan, DPRD Batubara akhirnya mengambil langkah politik.
Darius menegaskan akan segera melobi fraksi-fraksi untuk membentuk Pansus Plasma 20%.

“Ini menyangkut hak masyarakat dan kepastian hukum. Dari RDP ini, kita akan usulkan Pansus untuk memastikan tidak ada aturan yang diselewengkan,” tegasnya.

Polemik yang Tak Bisa Lagi Dibiarkan

Polemik plasma 20% bukan isu baru di Batubara, namun RDP kali ini membuka kembali kompleksitas hubungan antara perusahaan perkebunan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan adanya inisiatif pembentukan Pansus, publik kini menunggu apakah DPRD benar-benar mampu mengurai simpul kusut yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Jika Pansus terbentuk, tidak tertutup kemungkinan praktik-praktik yang selama ini ditutupi akan terbongkar.
Dan itulah yang kini menjadi perhatian publik Batubara: apakah Pansus akan menjadi momentum pembenahan, atau justru kembali tenggelam dalam janji politik yang tak berujung. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB