RSUD H. OK Arya Zulkarnain Dikukuhkan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Baatubara — Pemekaran sebuah daerah bukan sekadar langkah administratif, melainkan cerminan dari perjuangan panjang, yang penuh dengan pengorbanan darah dan air mata. Hari ini, sosok yang berjiwa besar terhadap perjuangan pemekaran itu menjadi saksi bahwa patut dianugerahi.

Pengorbanan besar, dan visi yang melampaui generasi. Salah satu sosok yang berjasa dalam pemekaran Kabupaten Batubara adalah almarhum H. OK. Arya Zulkarnain.

Kini, namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batubara, menjadi RSUD H. OK. Arya Zulkarnain.

Keputusan ini bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga pengingat akan perjuangan beliau yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun Batubara menjadi wilayah yang mandiri dan sejahtera.

Baca : Tujuh Fraksi DPRD Batubara Usulkan Nama RSUD H. OK Arya Zulkarnain

Dalam momen ini, masyarakat Batubara diajak untuk merenungi kembali makna dari perjuangan yang pernah digelorakan oleh para tokoh pemekaran.

H. OK. Arya Zulkarnain dikenal sebagai pemimpin yang visioner. Beliau percaya bahwa pemekaran Kabupaten Batubara adalah kunci untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca Juga :  Gemkara Divisi Kecamatan Tanjung Tiram Terbentuk

Melalui langkah-langkahnya yang tegas dan penuh pengabdian, Batubara kini berdiri sebagai kabupaten yang berkembang dan terus bergerak maju.

Penggantian nama RSUD Kuala Gunung menjadi RSUD H. OK. Arya Zulkarnain juga mencerminkan nilai-nilai penting: penghargaan, rasa hormat, dan keberlanjutan.

Baca : Daud Sebut Tenaga Honorer di RSUD Batubara Macam Kantor Ibu dan Anak

Penghargaan kepada seseorang yang telah berjasa besar rasa hormat terhadap sejarah yang membentuk identitas daerah dan keberlanjutan dari semangat membangun yang diwariskan kepada generasi penerus.

Tidak hanya itu, inisiatif memberikan santunan kepada anak yatim dan bantuan khitan massal dalam rangka peresmian ini memperlihatkan sisi kemanusiaan dari pemerintah daerah.

Ini bukan hanya peresmian nama, tetapi juga cara untuk merangkul masyarakat dengan kegiatan yang membawa manfaat langsung.

Bagi keluarga almarhum, perubahan nama RSUD ini menjadi kebanggaan tersendiri. Riski Aryetta, salah satu ahli waris, menyampaikan dengan penuh haru bahwa nama RSUD ini menjadi pengingat akan dedikasi dan cinta seorang ayah kepada daerahnya.

Hal ini juga menggarisbawahi pentingnya pengakuan atas kontribusi individu dalam membentuk masyarakat yang lebih baik.

Baca Juga :  Penurunan Jumlah Pasien RSUD H OK Arya Zulkarnain, Poly Klinik Syaraf dan Jantung Jadi Fokus Pembenahan

Baca : Rayakan Hari Jadi Ke-18: Momentum Kokohkan Persatuan dan Wujudkan Batubara Berkah

Seperti yang disampaikan Pj. Bupati Batubara, Heri Wahyudi, pemberian nama RSUD ini menjadi bagian dari momentum HUT ke-18 Kabupaten Batubara. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa sejarah, semangat perjuangan, dan jasa para tokoh harus selalu dihormati dan diwariskan.

Pada akhirnya, RSUD H. OK. Arya Zulkarnain bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol dari perjuangan, harapan, dan keberlanjutan semangat membangun.

Masyarakat Batubara kini memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan warisan ini—tidak hanya dengan mengenang, tetapi juga dengan melanjutkan perjuangan demi kesejahteraan dan kemajuan daerah.

Nama almarhum akan terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, sebagai tokoh yang memimpikan dan mewujudkan Batubara sebagai kabupaten yang mandiri dan sejahtera.

Turut hadir dalam pengukuhan RSUD H. OK Arya Zulkarnain itu bupati dan wakil bupati terpilih Baharuddin Siagian – Syafrizal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Sejumlah ormas didaerah setempat, termasuk keluarga Almarhum OK Arya Zulkarnain. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB