Nyaris Ricuh, Ratusan Warga Duduki Lahan Sengketa dengan PT Socfindo

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, BATUBARA – Ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Desa Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara, melakukan aksi menduduki lahan yang mereka klaim sebagai tanah milik masyarakat. Aksi yang berlangsung, kemarin, nyaris berujung ricuh dengan pihak perkebunan PT Socfindo sebelum akhirnya berhasil diredam aparat kepolisian.

Informasi di lapangan menyebutkan, massa yang dipimpin oleh Ramli Saragih itu membuka akses jalan dari desa menuju area perkebunan. Akses tersebut sebelumnya ditutup pihak perusahaan dengan menggali parit pembatas, sehingga masyarakat tak bisa lagi melintas ke lahan yang menjadi sumber mata pencaharian mereka.

Namun suasana berubah tegang ketika sejumlah perwakilan dari pihak perkebunan datang dan mencoba menutup kembali jalan tersebut. Adu argumen sempat terjadi di lokasi hingga akhirnya petugas kepolisian turun tangan menenangkan kedua belah pihak agar situasi tidak semakin memanas.

Baca Juga :  Rayakan Kemerdekaan, PAN Batubara Teguhkan Komitmen Amanah Bersama Masyarakat

“Kami membuka tiga akses jalan menuju area perkebunan sebagai bentuk protes. Ini simbol bahwa konflik lahan antara warga dan PT Socfindo memang nyata adanya, bukan isapan jempol,” tegas Ramli.

Ia menjelaskan, perjuangan masyarakat sudah berlangsung puluhan tahun untuk mendapatkan kembali lahan yang mereka yakini sebagai hak milik warga. Berdasarkan hasil pengukuran Surat Pengakuan Penguasaan dan Pemanfaatan Ruang (SPPR), warga menilai pihak perusahaan memiliki kelebihan Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 472 hektare yang berada di luar batas izin resmi.

Baca Juga :  Kini, Giliran Kades Suka Maju Raja Harap Kembali Dicopot

“Kami hanya menuntut keadilan. Kalau memang ada kelebihan lahan seperti dalam data SPPR itu, seharusnya dikembalikan kepada masyarakat,” ujarnya penuh harap.

Aksi damai yang berlangsung di tengah teriknya matahari itu menjadi bukti nyata keresahan masyarakat Desa Simpang Gambus terhadap polemik yang tak kunjung selesai. Warga berharap pemerintah pusat maupun daerah, khususnya Kementerian ATR/BPN, dapat turun tangan menuntaskan persoalan yang sudah pernah mereka sampaikan dalam pertemuan resmi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Socfindo belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi pendudukan lahan dan tudingan kelebihan HGU yang disampaikan kelompok tani. (Mm).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batubara Kaya Sejarah, Mengapa Ikonnya Belum Terbangun?
Potong Nasi Tumpeng dan Ziarah Makam Pahlawan, HUT ke-62 Golkar di Batubara Berlangsung Meriah
Batubara Bertanjak: Merayakan Simbol, Melupakan Substansi
SMSI Akan Buka UKW di Batubara
13 Pejabat Pemkab Batubara Dilantik
P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Batubara Kaya Sejarah, Mengapa Ikonnya Belum Terbangun?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Potong Nasi Tumpeng dan Ziarah Makam Pahlawan, HUT ke-62 Golkar di Batubara Berlangsung Meriah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Batubara Bertanjak: Merayakan Simbol, Melupakan Substansi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:03 WIB

SMSI Akan Buka UKW di Batubara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32 WIB

13 Pejabat Pemkab Batubara Dilantik

Berita Terbaru