Menyelinap Masuk Kerumah, Polsek Labuhan Ruku Amankan Wanita Diduga Defresi 

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 November 2018 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan photo : Seorang wanita tanpa identitas yang dicurigai mencuri anak saat berada diruang tahanan Mapolsek Labuhan Ruku. (Photo : Zulnas)

Keterangan photo : Seorang wanita tanpa identitas yang dicurigai mencuri anak saat berada diruang tahanan Mapolsek Labuhan Ruku. (Photo : Zulnas)

 

Keterangan photo : Seorang wanita tanpa identitas yang dicurigai mencuri anak saat berada diruang tahanan Mapolsek Labuhan Ruku. (Photo : Zulnas)

Batubara,zulnas.com – Heboh dengan isu penculikan anak yang saat ini menjadi perbincangan warga net dimedia sosial (Medsos) dibeberapa daerah, membuat sejumlah warga di Kabupaten Batubara menjadi resah. Akibatnya, seorang wanita tanpa identitas yang diduga mengalami gangguan jiwa (depresi) diamankan warga saat dicurigai hendak menculik anak di Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Senin (29/10/2018) sekitar pukul 21:00 malam. 

Kapolsek Labuhan Ruku AKP Selamat kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Selasa (30/10) membenarkan telah diamankan seorang wanita tanpa identitas oleh warga Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai. Saat ini wanita yang dicurigai tersebut tengah berada diruang tahanan Mapolsek Labuhan Ruku tanpa banyak bicara dan diam bagaikan orang idiot.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Selamat mengatakan, pada Senin malam sekitar pukul 21:15 wib, jajaran Polsek Labuhan Ruku mendapat informasi dari Kepala Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai terkait permasalahan itu. Selanjutnya, Personil Polsek Labuhan Ruku langsung menuju lokasi kejadian tepatnya di kediaman rumah Denan Saragih (54) warga Dusun 2, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai. Sesampainya dilokasi, warga sudah ramai berkerumun dirumah tersebut dan telah diamankan seorang wanita tanpa identitas.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan masyarakat, wanita tersebut masuk kedalam rumah tanpa permisi. Ketika melihat seseorang yang tak dikenal masuk kedalam rumah, pemilik rumah spontan berteriak, akhirnya warga yang berada disekitar lokasi beramai-ramai menangkap wanita tersebut.

Ketika diinterogasi baik oleh warga maupun personil Polsek Labuhan Ruku, wanita tersebut tidak dapat memberi keterangan dengan jelas.

Baca Juga :  Dilema Bimtek Guru Bersertifikasi di Batubara: Antara Pengembangan Kompetensi dan Beban Finansial

“Ketika kita interogasi di Mapolsek Labuhan Ruku, yang bersangkutan tidak dapat memberi keterangan dengan jelas. Apa yang ditanya, lain yang dijawab. Nama dan tempat tinggal pun dia tidak tau. Sebentar katanya dari perdagangan III, sebentar katanya dari daerah lain. Saat ini kita lagi koordinasi dengan Dinas Sosial Batubara, kalau dia memang mengalami gangguan jiwa, akan kita serahkan ke Dinas Sosial,” Ujar Selamat.

Menurutnya, dengan isu kasus penculikan anak yang lagi merebak diberbagai daerah, kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati. Tetapi, masyarakat juga jangan terlalu gampang termakan isu ditengah-tengah masyarakat. Setiap informasi yang ada, sebaiknya dicek dulu kebenarannya sebelum mengambil tindakan.

“Hati-hati dan waspada boleh, tapi masyarakat juga jangan mudah sekali menerima informasi sebelum dilakukan kroscek. Sebab, banyak juga berita tersebut tidak benar (hoax),” ujarnya. ****Zulnas

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semangat Kemerdekaan Membara di Desa Padang Genting, Warga Meriahkan HUT RI ke-81
Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar
Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Semangat Kemerdekaan Membara di Desa Padang Genting, Warga Meriahkan HUT RI ke-81

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Berita Terbaru