Bupati Baharuddin Siagian Fokus Benahi Irigasi 12.000 Hektare Lahan Pertanian

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Pemerintah Kabupaten Batubara terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama ekonomi daerah. Bupati Batubara, H. Baharuddin Siagian, menegaskan bahwa perbaikan prasarana irigasi menjadi prioritas penting demi mengoptimalkan potensi lahan pertanian seluas 12.000 hektare yang dimiliki kabupaten ini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Baharuddin saat membuka Rapat Koordinasi Perbaikan Prasarana Irigasi di Kantor Bupati Batubara, Kecamatan Lima Puluh, Rabu (8/10/2025) sebagaimana rilis yang diterima dari dinas kominfo Batubara.

“Prasarana irigasi yang baik dan memadai sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama untuk memperbaiki sistem irigasi yang ada di Kabupaten Batubara,” ujar Bupati Baharuddin dalam arahannya.

Batubara Punya Potensi Pertanian yang Besar

Kabupaten Batubara dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian yang menjanjikan di pesisir Sumatera Utara. Dengan luas lahan mencapai 12.000 hektare, Batubara memiliki peluang besar menjadi daerah surplus bahan pangan, terutama jika infrastruktur irigasinya berfungsi optimal.

Baca Juga :  Bapenda Batubara Hadirkan Layanan Pajak dan Administrasi di Kecamatan Nibung Hangus

Namun, beberapa jaringan irigasi tersier di wilayah ini mengalami kerusakan dan penurunan fungsi, yang berimbas pada produktivitas petani. Karena itu, langkah strategis perbaikan infrastruktur menjadi hal mendesak yang kini tengah diupayakan pemerintah daerah bersama stakeholder terkait.

Dorong Dukungan Pemerintah Pusat

Dalam rapat tersebut, Bupati Baharuddin juga menyoroti pentingnya sinergi lintas pemerintahan untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi, khususnya yang terhubung dengan Daerah Irigasi Sungai Bah Bolon.

Beliau berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera menyurati Kementerian PUPR guna menjadikan sistem irigasi Sungai Bah Bolon sebagai satu kesatuan sistem pertanian terpadu yang melayani seluruh lahan pertanian di Batubara.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat usulan perbaikan saluran irigasi tersier berdasarkan Inpres No. 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan.

Baca Juga :  Tiga Tersangka Korupsi Bimtek Guru Sertifikasi di Batubara Ditahan, Kerugian Negara Rp442 Juta

Harapan untuk Petani dan Ekonomi Daerah

Bupati Baharuddin menegaskan bahwa keberhasilan memperbaiki sistem irigasi akan memberikan dampak luas, tidak hanya pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika irigasi kita berjalan baik, Batubara bukan hanya cukup pangan untuk dirinya sendiri, tapi bisa menjadi penopang kebutuhan pangan di wilayah Sumatera Utara,” tegasnya.

Sinergi dan Kehadiran Para Pihak

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala BBWS Wilayah II Sumut Feriyanto Pawenrusi, anggota DPRD Sumut Ir. Yahdi Khoir Harahap, tokoh masyarakat, serta sejumlah pejabat Pemkab Batubara seperti Asisten II, Kadis PUTR, Kepala Bappelitbangda, Kadis Pertanian dan Perkebunan, Kadis Perkim LH, dan Kepala BPKAD.

Pertemuan ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dan rencana aksi bersama untuk memastikan sistem irigasi di Batubara kembali optimal, sehingga petani dapat bekerja lebih produktif dan daerah mampu menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. (Ril).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB