Askab PSSI Batubara Terima Dana Hibah 320 juta P-APBD. B3FC Krisis Finalsial Diliga 3, Ada Apa?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Desember 2023 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Melalui selebaran surat yang diterbitkan pengurus Batubara Bisa Football Club pada tanggal 30 Desember 2023 kepada Plt Ketua Umum Asprov PSSI Sumatera Utara terkait pengunduran diri dari kompetisi PSSI Liga 3 Sumatera Utara, menuai kontroversi dari sejumlah pihak mulai dari beberapa pemain hingga Organisasi Kepemudaan di Batubara.

Ketika dikonfirmasi beberapa pemain via Whatsapp sangat menyayangkan keputusan dari Manajamen yang mengambil langkah blunder untuk team.

“Kami sangat kecewa bang dengan keputusan tersebut, karena sejak awal turnament kami sudah tertatih-tatih berjuang untuk bisa sampai ke-babak 8 besar. Bila dibandingkan team lain yang mendapatkan fasilitas selama kompetisi kami ikhlas menerima apa adanya.”

Dan yang paling miris adalah tuduhan terkait banyaknya pemain yang cedera, kami berani memastikan bahwa itu adalah fitnah. Terakhir adalah, semua keputusan itu diambil secara sepihak tanpa dibicarakan dulu dengan kami sebagai pemain kesebelasan.

Baca Juga :  BAKOMUBIN Batubara Ingatkan Pejabat Baru Pegang Teguh Amanah dan Integritas

Kemudian dari salah satu OKP batubara ikut memberikan statement terkait polemik ini.
Affan Saragih sebagai Ketua Sapma IPK BATUBARA sangat menyayangkan keputusan pengurus Batubara Bisa FC (B3FC).

Menurutnya ini adalah tindakan pengecut dan tidak becus dari pengurus B3FC serta Ketua Askab PSSI Batubara.

“Sambungnya, kemana peran Askab PSSI Batubara selama ini, padahal sudah ada anggaran nya dari Pemkab melalui Disporabudpar kenapa bisa sampai krisis financial, kenapa tidak disupport, apalagi ini tournament bergengsi dan sudah masuk babak 8 besar. Perlu untuk ditelusuri oleh APH danah hibah yang dikeluarkan selama ini apabila ada penyelewengan anggaran maka harus diusut.”

Baca Juga :  Ini dia Calon Ketua PSSI Batubara

Yang kedua, adalah Batubara ini Kabupaten Industri begitu banyak perusahaan besar yang beroperasi di tanah bertuah batubara. Tidak ada istilah krisis finansial kalau kita serius mengurus ini apalagi membawa nama kabupaten batubara.

Yang ketiga, kami juga mendapatkan informasi dari sejumlah pihak bahwa ada pemangkasan honorarium pemain dari kesepakatan awal. Ketika ditanya berapa besaran nya affan enggan menjawab nominal, silahkan abang konfirmasi aja kepengurus B3FC atau pemain, ujarnya.

Ini sangat mencoreng nama baik kabupaten batubara dalam kancah olahraga sepakbola diseluruh sumatera utara. Oleh karena itu kami sebagai organisasi kepemudaan mengutuk keras tindakan pengecut dan tidak becus dari para pengurus sepakbola di Batubara ini terkhusus Ketua Askab PSSI Batubara sekaligus Kepada Dinas Disporabudpar. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar
Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru