Rekanan Demo, Proyek Tahun 2023 Minta Dibayar 2024

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Juni 2024 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Puluhan rekanan kontraktor melakukan aksi demo di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan kantor Bupati Batubara terkait proyek Anggaran APBD Tahun 2023.
 

Kehadiran mereka meminta proyek yang mereka kerjakan pada tahun terakhir masa jabatan kepemimpinan Bupati Batubara Zahir ini segera dibayar, Kamis (6/6).

Pantauan Zulnas.com, dihalaman kantor Bupati, aksi demo terdiri Darma Sembiring, Muhammad Syafi’i dan Ketua Asosiasi Perusahaan Batubara Khairul Ch dan Zulkifli Has.

Dalam aksinya, Muhammad Syafi’i mendesak agar pemerintah Kabupaten Batubara segera membayarkan proyek yang sudah dikerjakan pihak rekanan selama Tahun Anggaran 2023.

“Massa pekerjaan sudah selesai, hasilnya juga sudah dinikmati oleh masyarakat Batubara, tetapi uang rekanan tidak dicairkan, Pemkab Batubara berhutang kepada masyarakat,” tegas mereka secara bergantian dalam aksinya.

Sementara itu, Khairul Ch mengatakan proyek pembangunan kantor Bupati Batubara sudah selesai dikerjakan, dan hasilnya juga sudah dinikmati Pemerintah Kabupaten Batubara.

Sementara, mereka, kata Khairul selaku pekerja yang menyelesaikan kantor Bupati Batubara semasa Bupati Zahir itu tidak dibayarkan uangnya.

“Kewajiban kami sudah dilaksanakan, sekarang kami menuntut hak kami untuk segera dibayarkan,” kata Khairul Ch dalam orasinya.

Baca Juga :  Menelusuri Jejak Tanjung Limaupurut di Batubara

cek Video Aksi dibawah : https://www.facebook.com/share/v/6anMSprqEEvST3VC/?mibextid=oFDknk

Lebih kurang dua jam masa menggelar aksi didemo, mulai dari kantor BKAD Batubara dan Kantor Bupati Batubara. Kemudian diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Norma Deli Siregar.

“Kami meminta kepada adek- adek untuk tetap sabar dan tenang. Pj Bupati Batubara Nizhamul sedang ada rapat dengan Forkopimda di Asahan, nanti saya akan bicarakan,” kata Sekda Norma Deli Siregar.
 
Kendati demikian pengunjukrasa tetap ngotot agar mereka bisa dipertemukan kepada Pj. Bupati Batubara. Namun setelah berunding dengan Sekda, akhirnya, Norma meminta pengunjukrasa untuk mengutuskan deligasinya tiga orang di membahas lebih lanjut.

Baca : Lirik Pajak Sektor Kebun, Begini Jurus Mei Linda Meningktakan PAD Batubara

“Apa kalian tidak percaya sama saya?, saya paham persoalannya. Inikan ada ketentuan dan regulasi, jadi tetap sabar,” pintanya.

Aksi kemudian sempat memanas, karena salah seorang rekanan, mulai emosi dan tarik-tarikan dengan petugas Satpol PP, tetapi akhirnya tetap terkendali, mereka kemudian berdelegasi kedalam membahas lebih lanjut.

Baca Juga :  Ketua PWI : Wartawan Diminta Hindari Berita Hoax

Terpisah, salah seorang anggota DPRD Batubara saat dimintai keteranganya terkait tentang regulasi pembayaran uang proyek APBD Tahun 2023 mengaku persoalan tersebut memang sedikit agak rumit dan perlu kehati-hatian pemerintah dalam menyikapi terkait dengan penganggaran.

“Ini memang peroalan agak rumit, perlu kehati-hatian untuk menyikapi, apalagi terkait dengan penganggaran, jika tidak ada regulasi yang bisa membenarkan, jangan sampai membuat kebijakan yang salah,” tegas seorang anggota dewan, yang minta namanya dirahasiakan.

Dia mengatakan, peroalaan keuangan Pemerintah Batubara saat ini memang pada kondisi sulit, itu ditandai, kata dia, dengan ada beberapa proyek APBD Tahun 2023 yang tidak bisa dibayarkan dalam tahun bersamaan.

Sedangkan, untuk Tahun anggaran 2024, R APBD-nya sudah di bahas, dan tidak ada membahas anggaraan untuk membayar proyek rekanan tahun 2023. Jadi, kata dia, perlu kecermatan untuk menyikapi soal anggaran.
 
“Kalaupun misalnya dibayar, harus ada regulasinya, soalnya inikan masa bupati yang lama, Bupati yang baru juga tidak ada kewenangannya soal itu, lagian bukan masa dia,” tegasnya. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot
Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Polres Labuhanbatu Gelar Warung Polri Presisi Minggu Ke-24

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:37 WIB