Ramadhan Zuhri Ingatkan Gubernur Sumut Jangan Salah Cakap

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Bobby Nasution mendapat sorotan tajam usai pernyataannya yang menyinggung rencana pemekaran Sumatera Pantai Timur dalam forum resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Medan. Pernyataan tersebut dinilai tidak tepat, bahkan dianggap melanggar norma hukum dan etika pemerintahan.

Kritik keras itu disampaikan oleh Ramadhan Zuhri, seorang praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat Kabupaten Batubara, Jumat (24/04/2026).

Ramadhan menilai, forum Musrenbang seharusnya difokuskan pada pembahasan perencanaan pembangunan sesuai kewenangan, bukan menjadi ruang untuk melontarkan pernyataan yang dinilai tendensius.

“Dalam forum resmi seperti Musrenbang, seharusnya Gubernur Sumut itu fokus pada agenda pembangunan. Jangan salah cakap dan justru menyampaikan hal yang berpotensi menyudutkan pihak tertentu, apalagi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :  Didukung 9 Parpol, Baharuddin - Syafrizal Siap Jadi Bupati Batubara

Ramadhan juga menyoroti pernyataan yang beredar melalui video, yang menurutnya telah menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Batubara. Ia menegaskan bahwa wacana pemekaran wilayah Sumatera Pantai Timur bukanlah isu baru.

“Gagasan ini sudah digaungkan sejak 14 tahun lalu. Ini bukan keinginan personal, tetapi aspirasi kolektif dari sejumlah daerah. Ada regulasi yang mengatur, dan itu merupakan bagian dari amanat undang-undang otonomi daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pernyataan gubernur berpotensi menghambat semangat masyarakat dalam memperjuangkan pembentukan daerah otonom baru (DOB). Padahal, menurutnya, mekanisme pemekaran telah memiliki dasar hukum yang jelas.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri hingga April 2025, terdapat 341 usulan pemekaran wilayah yang masuk, terdiri dari 42 provinsi, 252 kabupaten, dan 36 kota. Meski saat ini masih dalam kebijakan moratorium, usulan tersebut tetap menjadi bagian dari agenda penataan daerah ke depan.

Baca Juga :  Masyarakat Kecewa, Proyek Tanggul Pemecah Ombak Terbengkalai

Ramadhan juga mengingatkan bahwa Kabupaten Batubara sendiri merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh pemekaran, bukan sekadar pemberian administratif.

“Batubara itu lahir dari perjuangan. Jadi sangat wajar jika hari ini, ketika syarat dan regulasi memungkinkan, masyarakat kembali berbicara tentang pemekaran wilayah sebagai bagian dari pembangunan dan pemerataan,” pungkasnya.

Isu pemekaran Sumatera Pantai Timur sendiri hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, terutama terkait kesiapan daerah, dukungan politik, serta kebijakan pemerintah pusat dalam membuka kembali kran pembentukan daerah otonom baru. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Batubara Kaya Sejarah, Mengapa Ikonnya Belum Terbangun?
Potong Nasi Tumpeng dan Ziarah Makam Pahlawan, HUT ke-62 Golkar di Batubara Berlangsung Meriah
Batubara Bertanjak: Merayakan Simbol, Melupakan Substansi
SMSI Akan Buka UKW di Batubara
13 Pejabat Pemkab Batubara Dilantik
P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Batubara Kaya Sejarah, Mengapa Ikonnya Belum Terbangun?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Potong Nasi Tumpeng dan Ziarah Makam Pahlawan, HUT ke-62 Golkar di Batubara Berlangsung Meriah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:28 WIB

Batubara Bertanjak: Merayakan Simbol, Melupakan Substansi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:03 WIB

SMSI Akan Buka UKW di Batubara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:32 WIB

13 Pejabat Pemkab Batubara Dilantik

Berita Terbaru