Moeldoko : “Untuk Merubah Hidup, Petani Butuh Tehnologi Maju

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Maret 2019 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara,zulnas.com ∼ Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI Purn. Moeldoko Bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batubara melaksanakan panen raya padi di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Selasa (12/3).

Dihadapan para petani di Batubara, Moeldoko menjelaskan ada 5 persoalan yang dihadapi petani dan pertanian di Indonesia. Pertama mengenai lahan. Dimana lahan sudah sempit dan rusak akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang tidak sesuai.

Kedua mengenai modal. Petani kita kalau bicara modal sering kesulitan. Maka, kalau siapapun ada yang datang memberi modal, pasti langsung diambil. Hal itu yang sering membuat petani ketergantungan terkait modal.

Selanjutnya soal teknologi. Petani di Indonesia bertaninya masih menggunakan cara tradisional. Petani kita sulit menggunakan teknoligi. Padahal, tanpa adanya teknologi hasil pertanian tidak akan bisa mendapatkan hasil yang bagus. Lalu masalah manajemen, Petani tidak terbiasa menggunakan manajemen. Maka, Kalau ditanya berapa pokok produksi mereka tidak tahu. Dan yang terakhir adalah masalah pasca panen.

Baca Juga :  IPK Kecamatan Seisuka Dilantik, Basri Saragih : KSB Diminta Kompak

“Lima persoalan ini yang sering dihadapi para petani. Untuk itu harus ada yang dirubah oleh para petani,” ujarnya.

Dikatakannya, Untuk merubah itu, para petani harus merubah mindset (pola pikir). Dibeberapa kesempatan, saya selalu menghembuskan dimana-mana petani harus punya mimpi untuk menjadi kaya. Namun, banyak pertanyaan bagaimana petani bisa kaya ?

Menurutnya, untuk merubah itu, petani harus menggunakan teknologi. Saat ini kita memiliki benih padi M400, dimana dalam satu malai padi ada 400 butir dan anakannya bisa mencapai 25-28 batang.

“Banyak yang bertanya bagaimana bisa kaya pak. Saya jawab, saya memberikan teknologi agar petani merubah nasibnya. Kita punya benih padi yang sudah diriset oleh para ahli M400. Dalam 1 malai ada 400 butir, minimum 350 butir. Anakannya bisa mencapai 25-28. Tadi ada yang saya hitung, disini anakannya hanya sekitar 15. Bibit padi ini 95 hari sudah panen,” katanya.

Baca Juga :  Kadin Ajak OPD Ciptakan Program Kerja Yang Berefek Terhadap Pendapatan Daerah

Untuk itu, kita berharap agar benih M400 dapat kita uji coba di Batubara. Mungkin cara ini bisa menjadi salah satu cara merubah nasib petani menjadi bagus.

“Saya harap kita uji coba dulu. Nanti akan kita datangkan pendamping. Saya ingin merubah nasib petani menjadi lebih bagus. Yang kita inginkan ada suati perkembangan baru. Jangan hanya diam. Bertani jangan hanya sekedar mencari makan, tetapi bagaimana bertani dapat menjadi kaya,” imbuhnya.

Kegiatan panen raya padi di Batubara dihadiri Kapolres Batubara, Dandim 0208/Asahan, Kajari Batubara, Anggota DPRD Batubara serta Jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Batubara. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daya Beli Melemah, Harga Bahan Pokok dan Beras Naik, Pasar Tanjung Tiram Sepi Pembeli
Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor
Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih
Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat
Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”
Revolusi Pertanian di Batubara: RPB Cabai Siap Angkat Kesejahteraan Petani Lokal
Ternyata Manfaat Limbah Kopi Sangat Dahsyat, Apa Itu?
Bantu Pengusaha, Bank Sumut Lima Puluh Promosikan Produk KMSS

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:50 WIB

Daya Beli Melemah, Harga Bahan Pokok dan Beras Naik, Pasar Tanjung Tiram Sepi Pembeli

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:49 WIB

Pemprov Sumut Siapkan 2.500 Hektare Lahan Gratis di Batubara, Bobby Nasution Dorong Daerah Permudah Investor

Senin, 2 Juni 2025 - 00:38 WIB

Pengamat dan DPR Wanti-wanti Risiko Kredit Macet di Balik Ambisi 80.000 KopDes Merah Putih

Kamis, 1 Mei 2025 - 17:05 WIB

Industri Kelapa Krisis Bahan Baku, Menperin Soroti Ekspor Kelapa Bulat

Kamis, 1 Mei 2025 - 12:07 WIB

Perpekindo Tolak Moratorium Ekspor Kelapa: “Petani Jangan Jadi Korban Ego Sektoral”

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Digerebek 16,45 Gram Sabu Ditemukan di Kampung Padang

Jumat, 14 Agu 2026 - 14:05 WIB

LABUHANBATU

Dibekuk di Panai Hilir, Pengedar Sabu Sebut Nama Y Sebagai Pemasok

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:45 WIB