Buntut Pembekuan Dana Desa, Kades Terancam Jual Rumah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 Januari 2020 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara –Berbuntut dari pembekuan pencairan Dana Desa Tahap 3 Tahun anggaran 2019 akhirnya bakal berdampak fatal bagi kepada Desa (Kades) Bogak Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara.

Pasalnya, Kepala Desa Bogak Khalik Nasution mengaku bakal menjual rumah tempat tinggalnya karena untuk membayar dana yang sudah dipakai untuk kegiatan pekerjaan fisik dana Desa Tahap 3.

“Saya kan sudah pinjam uang untuk mengerjakan Kegiatan pekerjaan pembangunan fisik Dana Desa Tahap 3, bagimana saya membayarnya, apa tidak rumah saya yang saya jual untuk menggantikan dananya,” Kata Kepala Desa Bogak Kecamatan Tanjung Tiram Khalik Nasution kepada zulnas.com, selasa (02/1/2020).

Baca Juga : 3 Desa Lambat Pengajuan, Pemkab Batubara Bekukan Dana Desa Tahap 3

Lebih lanjut Khalik menjelaskan, anggaran Dana Desa Tahap 3 Tahun 2019 sebesar Rp 470.000.000, Pemerintahan Desa Bogak telah menganggarkan beberapa kegiatan fisik dan Pemberdayaan bagi masyarakat setempat.

Salah satu program pembangunan fisik dari kegiatan yang sudah dikerjakan itu adalah, pembangunan Rabat Beton Gang Laksana dengan anggaran Rp, 43.779.000, Pembangunan titi plat Deker dusun cemara, dengan anggaran Rp 5.043.000, Pembangunan titi plat Deker Gang Laksana dusun Berombang, dengan anggaran Rp 5.823.000.

Baca Juga :  3 Desa Lambat Pengajuan, Pemkab Batubara Bekukan Dana Desa Tahap 3
Kepala Desa Bogak Khalik Nasution sebelah kanan (pakai baju Putih) 

Sedangkan dua kegiatan lagi terdapat pada kegiatan program pemberdayaan masyarakat yaitu Bantuan Baju olah raga 2.400.000, Pelatihan Mengurus Jenazah, Rp 3.000.000. Semua kegiatan diatas telah dianggarkan pada Dana Desa Tahap III.

“Total kegiatan Dana Desa Tahap 3 itu kalau tak salah saya lebih kurang 20 item kegiatan. Yang sudah didahulukan kegiatannya lebih kurang hampir 60 juta. Itulah yang harus saya ganti,” Kata Kades Khalik diruang kerjanya.

Pada Anggaran Dana Desa tahap 3 itu, ia juga mengaku telah menganggarkan kegiatan pengadaan mobil ambulan untuk mengangkut jenazah sebesar Rp 230.000.000 juta dan pengadaan becak sampah Rp 26.000.000, juta.

Selain kegiatan diatas, kegiatan lainnya lebih banyak pada pembayaran dana Intensif pada honor tutor PAUD dan honor Kader Posyandu dan Honor kader pada kegiatan pemberdayaan masyarakat (KPM) setempat.

*Kades Mengaku Kecawa Karena Dari Awal Ia Diberikan Harapan

Semula, Keterlambatan pengusulan pencairan Dana Desa Tahap III kepala Desa Bogak Khalik Nasution mengaku pada saat itu ia sedang tidak enak badan sehingga ia tidak dapt hadir ke desa dalam waktu beberapa hari. Pada saat itu, ada surat edaran yang dikeluarkan oleh Sekda Batubara tentang regulasi batas waktu pengusulan Dana Desa tahap 3 tertanggal 17 Desember 2019.

Baca Juga :  PB GEMKARA Santuni Keluarga Pejuang Pemekaran, Air Mata Haru Warnai Peringatan HUT ke-19 Batubara

“Pada saat itu saya sedang sakit, jadi saya tidak tau ada surat edaran itu, akhirnya, saya koordinasikan dengan camat dan Kadis PMD, pengusulannya terlambat, kami siapkan pengajuan pada tanggal 20 Desember,” Terang Khalik.

Kepala Desa Bogak Khalik Nasution

Dari tanggal itu, Pihak Dinas PMD meminta agar pihak desa yang sudah melaksanakan sebagian kegiatan fisik Tahap 3 membuat SPJ nya agar dapat dibayarkan sesuai dengan kegiatan yang sudah dikerjakan.

Dari arahan itu, ia kemudian menyiapkan SPJ-nya sembari berkoordinasi dengan Sekda Batubara Sakti Alam Siregar dan Asisten I Rusian Heri.

“Arahan dari rapat itu, Dana Desa Akan bisa dicairkan separuh sesuai dengan kegiatan yang sudah dilaksanakan. Makanya saya selesaikan semua SPJ sebagai administrasinya,” sebut kades.

Setelah proses administrasi selesai, ia kemudian terus berkoordinasi dengan Kadis PMD, eh malah di akhir tanggal 30 Desember itu, Kadis PMD malah menyatakan tidak bisa membantu, padahal semua proses sudah dilakukan.

“Kadis PMD nya yang terlalu kaku, Padahal Sekda dan Asisten sudah memberikan toleransi,” Tandasnya. ****

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Optimisme Baru Pemekaran Sumatera Pantai Timur Meguat, Komite Siap Paparkan Kajian ke Gubernur
Ramadhan Zuhri Ingatkan Gubernur Sumut Jangan Salah Cakap
Rakerda SMSI Perkuat Soliditas dan Peran Media dalam Pembangunan Daerah Batubara
Hasil Lidik Polisi: Perempuan Tewas di Hotel Sorake Batubara Ternyata Korban Pembunuhan
Bobby Respon Pemekaran Pantai Timur, Irwansyah Cerita Soal Perspektif Baharuddin Siagian
Eks Bupati Doakan Baharuddin Jadi Gubernur “Sumatera Pantai Timur”, Sinyal Politik atau Sekadar Gurauan?
Bupati Batubara Tinjau Koperasi Merah Putih di Padang Genting, Warga Antusias Manfaatkan Layanan Publik
Perempuan Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel Saroke di Batubara, Polisi Lidik

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 18:25 WIB

Optimisme Baru Pemekaran Sumatera Pantai Timur Meguat, Komite Siap Paparkan Kajian ke Gubernur

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

Ramadhan Zuhri Ingatkan Gubernur Sumut Jangan Salah Cakap

Kamis, 23 April 2026 - 21:14 WIB

Rakerda SMSI Perkuat Soliditas dan Peran Media dalam Pembangunan Daerah Batubara

Kamis, 23 April 2026 - 12:09 WIB

Hasil Lidik Polisi: Perempuan Tewas di Hotel Sorake Batubara Ternyata Korban Pembunuhan

Kamis, 23 April 2026 - 10:43 WIB

Bobby Respon Pemekaran Pantai Timur, Irwansyah Cerita Soal Perspektif Baharuddin Siagian

Berita Terbaru

BATUBARA

Ramadhan Zuhri Ingatkan Gubernur Sumut Jangan Salah Cakap

Jumat, 24 Apr 2026 - 11:04 WIB