Eks Bupati Doakan Baharuddin Jadi Gubernur “Sumatera Pantai Timur”, Sinyal Politik atau Sekadar Gurauan?

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Pernyataan mengejutkan datang dari mantan Bupati Batubara, Zahir. Dalam suasana santai bersama awak media di sebuah kafe di Kecamatan Air Putih, Selasa (21/4/2026), ia melontarkan doa yang langsung memantik perhatian publik: agar Bupati Batubara saat ini, Baharuddin Siagian, kelak menjadi Gubernur “Sumatera Pantai Timur”.

Pernyataan itu disampaikan Zahir dengan nada ringan namun penuh makna. Ia bahkan mengajak awak media yang hadir untuk turut mengamini doanya.

“Kita doakan Bapak Baharuddin Siagian jadi Gubernur Sumatera Timur. Kemudian kita doakan juga bapak Muslim Simbolon jadi Ketua DPRD Provinsi Sumatera Pantai Timur,” ucap Bupati Batubara Periode 2018 – 2023 itu.

Suasana pun seketika cair. Zahir tampak tersenyum, menadah tangan, lalu bergegas meninggalkan lokasi. Namun di balik kesan santai itu, pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya: apakah sekadar gurauan, atau isyarat politik yang lebih dalam?

Video yang berdurasi 44 detik ucapan Doa yang disampaikan Eks mantan Bupati Batubara Zahir tersebut kemudian beredar di sejumlah group.

Baca Juga :  Pendangkalan Muara Kuala Tanjung Tiram Jadi Peluang bagi Pencari Kepah

Wacana Lama yang Kembali Menguat

Seperti diketahui, hingga saat ini Provinsi Sumatera Pantai Timur belum terbentuk. Namun, wacana pemekaran wilayah ini kembali menguat dalam beberapa waktu terakhir, terutama di kalangan elit politik daerah.

Gagasan tersebut bahkan sempat dibahas dalam pertemuan tokoh-tokoh daerah yang difasilitasi oleh Baharuddin Siagian pada 13 April 2026 di Aula Kantor Bupati Batubara. Pertemuan itu mengangkat rencana pembentukan provinsi baru yang kerap disebut sebagai “Aslab”.

Wilayah yang digadang-gadang masuk dalam provinsi ini meliputi: Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Secara geografis dan ekonomi, kawasan pesisir timur ini memang memiliki karakter yang berbeda dibanding wilayah lain di Sumatera Utara.

Antara Harapan dan Realitas

Wacana pemekaran bukan hal baru. Namun pertanyaan mendasar tetap mengemuka: apakah gagasan ini telah melalui kajian matang sesuai ketentuan seperti Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007, atau masih sebatas dinamika politik untuk menarik perhatian pemerintah pusat?

Di satu sisi, pemekaran sering dipandang sebagai solusi untuk mempercepat pembangunan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Di sisi lain, tanpa perencanaan yang kuat, pemekaran justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi fiskal maupun tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Soal 60 juta Dana BumDes, Oknum Pendamping Siap Konfrontir dan Buka-bukaan

Secara historis, kawasan pesisir timur Sumatera memang pernah memiliki identitas administratif tersendiri pada masa kolonial, dikenal sebagai Keresidenan Sumatera Timur. Wilayah ini berkembang sebagai pusat pelabuhan, perkebunan, dan perdagangan, dengan kota-kota seperti Lima Puluh, Kisaran, Tanjung Balai, hingga Rantau Prapat sebagai penggerak ekonomi regional.

Isyarat Politik di Balik Doa?

Pernyataan Zahir meski terkesan sederhana tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik lokal yang tengah berkembang. Doa tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk dukungan, sindiran halus, atau bahkan sinyal awal konfigurasi politik jika wacana provinsi baru benar-benar terwujud.

Yang jelas, satu kalimat dari seorang mantan kepala daerah telah berhasil menghidupkan kembali diskursus lama tentang masa depan wilayah pesisir timur Sumatera, dan siapa yang akan memimpin jika provinsi itu benar-benar lahir. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB