KTNA Sebut Pupuk Subsidi Sulit Didapatkan di Kabupten Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Batubara Gatot Kuntara menyebutkan bahwa petani didaerah setempat mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan pupuk subsidi di Batubara.

“Berdasarkan diskusi kami kepada para petani, mereka mengaku kesulitan untuk mendapatkan akses pupuk bersubsidi didaerah, akibatnya, tanaman yang dikelola mereka tidak mendapatkan hasil yang memadai,” kata Ketua KTNA Batubara Gatot Kuntara kepada zulnas.com, Jum’at (12/1/2024).

Gatot yang didampingi Sekretaris Ramlan Santoso dan Azmi Saini Batubara itu mengaku akan menyampaikan kesulitan petani itu kepada Pj Bupati Batubara, sehingga, pemerintah dapat memberikan solusi bagi petani didaerah tersebut.

Baca Juga :  ASN Bapenda Batubara Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumah Kos, Diduga Alami Depresi

“Kita berharap kepada pemerintah melalui Pj Bupati Batubara agar dapat memberikan solusi kepada petani. Bagi Dinas Pertanian Batubara kami harapkan juga dapat memberikan sosialisasi kepada petani sehingga petani dapat kemudahan untuk memenuhi kebutuhannya,” tegas Gatot.

Sementara itu, Sekretaris KTNA Batubara Ramlan Santoso juga menyampaikan hal yang sama. Selain kesulitan mendapatkan akses pupuk subsidi, petani juga mengeluhkan buruknya kondisi pengairan.

Baca Juga :  Krisis Air di Sukajaya, Warga Menjerit dan Kades Bergerak Cepat

“Belakangan ini, petani memang lagi dirudung banyak masalah, mulai dari kelangkaan pupuk, buruknya infrastruktur pengairan, jaringan irigasi, sehingga petani tidak mendapatkan hasil yang memadai dalam hasil panennya,” sebutnya.

Dalam diskusi KTNA itu, juga turut dihadiri sesepuh KTNA Batubara Ir. Azwar Hamid M.Sc yang juga mantan Kadis Perikan Batubara, pengurus KTNA se Kecamatan Batubara. Mereka mengaku dalam waktu dekat akan menyampaikan ihwal tersebut kelada Pj. Bupati Batubara. (AZB).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru