Prihatin Nasib Nakes, Azhar Amri : Pemerintah Diminta Cari Solusi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 September 2022 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Anggota DPRD Kabupaten Batubara Azhar Amri mengaku prihatin terhadap status tenaga kesehatan (Nakes) yang belum mendapatkan legalitas SK dari pemerintah daerah. Dia meminta, kepada pemerintah setempat untuk dapat mencarikan solusi terhadap nasib mereka.

“Pemerintah daerah harus hadir dalam persoalan ini, kita cari solusinya bersama agar para Nakes punya harapan dan masa depan sebagai honorer,” kata Azhar Amri kepada zulnas.com, Rabu (21/9/2022) malam.

Politikus Partai PBB itu memaparkan, jika misalnya soal gaji dan SK yang menjadi kendala, pihak Dewan mengaku siap dan bersedia untuk mencari solusi berupa regulasi, agar persoalan ini dapat teratasi.

“Jika memang kendalanya demikian, kita harus cari solusinya, bagaimana regulasi yang ada payung hukumnya agar ada solusinya,” tegas anggota Komisi 3 DPRD Batubara itu.

Baca : 93 Nakes di Batubara Mengeluh, “Pak Bupati Bagaimanalah Nasib Kami”

Sejauh ini, mantan ketua komisi I DPRD Batubara itu menjelaskan bahwa jika memang regulasi pengangkatan P3K itu harus mempunyai SK dan Slip gaji, dewan siap membuka ruang diskusi kepada pihak terkait agar persoalan ini dapat dibahas lebih lanjut.

Baca Juga :  Kades di Simalungun 'Dipaksa' Buat Pelatihan Tata Boga Pakai Dana Desa ke Berastagi

“Kami sebagai DPRD Batubara siap membuka ruang diskusi, tugas kami juga sebagai wakil rakyat, jadi sudah sepantasnya kami memikirkan nasib mereka,” terangnya.

Baca : Men-PANRB dan Pemda, Bahas Nasib Tenaga Honorer 2023

Sebelumnya, 93 Tenaga Kesehatan (Nakes) beraudiensi kepada pihak DPRD setempat guna untuk menyalurkan aspirasi terhadap nasib mereka yang tidak mempunyai legalitas SK sebagai Tenaga Honor.

Mereka datang meminta agar pihak DPRD Batubara dapat mencarikan solusi sehingga mereka dapat mengikuti program pengangkatan P3K sebagai program pemerintah pusat.

Sekedar diketahui, Pemerintah, hingga Tahun 2023 rencananya akan menghapus tenaga honor di daerah-daerah. Dengan kebijakan itu, perlahan pemerintah akan mengangkat semua tenaga honor yang ada didaerah, hingga akhir 2023 sudah tidak ada lagi tenaga honor didaerah.

Secara terpisah, Direktur RSUD Batubara dr Wahyu menjelaskan bahwa Tenaga Honor yang dipimpinnya memiliki SK dan gajinya ditampung dalam anggaran APBD Batubara.

Beda halnya dengan petugas Nakes yang bekerja sebagai TKSK dari puskesmas di Batubara, dia menjelaskan memang mereka tidak punya legalitas SK dan gaji. Mereka tidak ditanggung dalam anggaran APBD Batubara.

Baca Juga :  Azhar Amri : DPRD Siap Menampung dan Memperjuangkan Aspirasi Nakes di Batubara

“RSUD Batubara Alhamdulillah semua tenaga honornya memiliki SK yang gajinya di tanggung oleh APBD. Jadi yang di berita ini adalah TKS tenaga kerja sukarela yang ada di puskesmas, karena memang mereka tidak punya SK dan gaji, mereka tidak di tanggung di APBD,” ujar dr Wahyu kepada zulnas.com melalui via WhatsApp, Rabu (21/9/2022) malam.

Wahyu menegaskan, bahwa sudah jelas yang di RSUD tenaga honor dan memiliki SK yang sah dan di gaji dalam APBD Batubara.

Sementara, TKSK itu sukarela, Menurut dia
hanya saja yang di RSUD yang tidak bisa mengikuti ujian itu yang belum mancapai 1 tahun masa kerja om, mereka tdk lulus persyaratannya/ tdk memenuhi kriteria. Urainya.

Jadi, kata dia, kalaupun misalnya ada honorer RSUD yang tidak bisa mengikuti bukan karena penjelasan di atas, tetapi karena memang masa kerja dia yang belum memenuhin syarat.

Tidak mungkin tenaga honorer di RSUD Batubara tidak memiliki SK yang tidak di akui, bagai mana saya menggajinya dengan anggara APBD. paparnya. ***Dian

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara
Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta
Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 13:08 WIB

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta

Selasa, 8 September 2026 - 09:39 WIB

Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026

Jumat, 4 September 2026 - 18:53 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Rumah Kosong Dijarah,Polsek Bilah Hulu Ringkus Pelaku

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:46 WIB

LABUHANBATU

Polsek Bilah Hilir Bekuk Pelaku Curat

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:33 WIB