Pekerjaan Normalisasi Tak Profesional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 November 2018 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batubara,zulnas.com – Konsultan Pengawas proyek normalisasi drenase 1,5 milyar yang sedang dikerjakan di jalan merdeka Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara, Sultan Aminuddin Alias Ucok mengaku tidak paham dengan tugas dan pungsi sebagai konsultan pengawas. Ia mengaku dari latar belakang yang berbeda dengan tamatan pendidikan SMA, namun, namanya hanya dicatut sebagai konsultan dadakan saja.

“Saya bingung, dari kawan- kawan saya diangkat jadi konsultan pengawas, tapi saya sendiri tidak paham dengan tugas dan pungsi sebagai konsultan pengawas”, Ujar Ucok di Tanjung Tiram, rabu (21/11/2018).

Ia menjelaskan, latar belakang dia (ucok) hanya sebatas orang lapangan, ia tidak paham tentang teknis kegiatan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah daerah. “Sehari- hari, saya inikan berjalan dari Tanjung Tiram ke Limapuluh, kalaupun jauh ke Indrapura, kemudian kembali ke Tanjung Tiram. Jadi saya tak paham dengan teknis bangunan proyek”, ujar Ucok berkali- kali.

Ket Gambar : Konsultan Pengawas Sultan Aminuddin saat menegur para pekerja yang sedang melaksanakan kegiatan. (Zulnas)

Sebagai konsultan dadakan, Ucok mengaku tidak pernah menerima sepucuk Surat Keterangan (SK) yang ia terima dari pihak pemenang tender sebagai konsultan perusahaan, (baik konsultan perencana maupun konsultan pengawas) bahkan tanda tangan dari sejumlah proyek yang ditugaskan kepadanya sebagai konsultan pengawas hanya sebagai formalitas saja.

Baca Juga :  Keberatan Secara Institusi, Kejaksaan Akan Laporkan Yang Catut Foto Kajari Batubara

“Kemarin sempat, laporan selesai dari proyek itu ditandatangani atas nama saya, tapi saya tidak pernah merasa menanda tangani berkas apapun”, tegas Ucok lagi.

Terkait proyek normalisasi saluran Drenase di Kecamatan Tanjung Tiram, Ucok mengaku pernah beberapa kali menyarankan kepada pihak pelaksana proyek agar pekerjaan itu dipending, sebab, sebagai konsultan pengawas, ia mengaku tidak akan bertanggung jawab dalam tugas sebagai konsultan.

“Kemarin sempat aku protes, berentikan aja pekerjaan ini, pekerjaan ini sudah lari dari kontrak kerjanya”, ujar Ucok.

Lebih lanjut dikatakannya, jika nantinya persoalan itu berlanjut keranah hukum, ia mengaku tidak akan bertanggung jawab, sebab, langkah- langkah ia untuk melakukan klarifilasi soal legalitasnya sebagai konsultan tidak diakomodir oleh pihaknya sesama konsultan.

Baca Juga :  Bupati Baharuddin Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih, Batubara Bersiap Menjadi Kekuatan Baru Sektor Kelautan

“Gambar perencanaannya secara teknis sudah berbeda. Beberapa jembatan plat deker yang ada itu semestinya dipecah, karena sudah ada dianggarkan dalam cost Rincian Anggaran Biaya (RAB), kedalamannya juga semestinya ditambah”, ujar Sultan Aminuddin kembali.

Menurut dia, setelah pekerjaan itu lari dari perencanaan ia mengaku mau mengundurkan diri, karena wewenang sebagai konsultan pengawas dari perusahaan (CV Adilalah Engineering Consultant) sudah tidak berfungsi lagi. Namun rekan sejawatnya menyebutkan tidak bisa mengundurkan diri.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan (PUPR) Kabupaten Batubara Yunus ST membenarkan bahwa proyek normalisasi yang bernilai 1,5 Milyar itu konsultan pengawas lapangannya adalah Sultan Aminuddin alias Ucok.

“Ya, memang dia konsultannya, dialah nanti yang menandatangani laporan progres akhir dari rekanan. Kalau tak ditekennya, tak cair anggaran”, Ujar Yunus ST di halaman kantor DPRD Kecamatan Limapuluh, rabu (21/11/2018).

Sebelumnya, Plt Kadis PU Batubara, Sutriamansah yang dikonfirmasi Wartawan mengaku terkejut mendapat melaporkan pekerjaan proyek tersebut asal asalan. Dan berjanji akan turun langsung melakukan pengecekan kelapangan maupun mencari tahu kontraktor yang mengerjakannya. ****zulnas

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping
Daftar Nama-Nama Pemilik HGU Kebun di Batubara, Pansus Plasma DPRD Inventarisasi 13 Perusahaan
Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat
Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara
Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh
TKD Masuk Kas Daerah, Ini kata Wabup Syafrizal saat terima Kunker Mendagri
Enam Belas Bulan Mengabdi di Batubara, AKBP Doly Nelson: Saya Mendapat Banyak Berkat di Daerah Ini
Bupati Baharuddin Nikmati Indomie Campur Udang Vaname Usai Panen Raya

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:10 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:14 WIB

Daftar Nama-Nama Pemilik HGU Kebun di Batubara, Pansus Plasma DPRD Inventarisasi 13 Perusahaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 07:59 WIB

Pansus Plasma DPRD Batubara Mulai Bongkar Data 13 Perusahaan HGU, Siapkan Rekomendasi Tegas Soal Hak Kebun Masyarakat

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:55 WIB

Sidang Tipikor DAK Jalan Batubara, Usron Divonis 3 Tahun Penjara

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Dugaan Konflik Kepentingan Wartawan yang Merangkap ASN dan PPPK, Kominfo Perlu Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru