Rembuk Paripurna KTNA Batubara: Kamal Rata Terpilih Secara Aklamasi

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai Rembuk Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Batubara yang digelar di Gedung Kebangsaan, Jalan Lintas Sumatra, Kecamatan Lima Puluh. Rabu 2 Juli 2025.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 12 kecamatan ini berlangsung tertib, tanpa riak, dan menjadi bukti nyata bahwa demokrasi juga hidup di kalangan petani dan nelayan.

Rembuk ini dihadiri langsung oleh Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Ir. Susilawati, Ketua KTNA Provinsi Sumatra Utara Ir. Purnama Dewi Daulay, serta para tokoh tani, nelayan, pemuda tani milenial, dan wanita tani dari seluruh penjuru Batubara. Dalam forum ini, semangat sinergi antara kelompok tani dan pemerintah daerah menjadi fokus utama.

Kamal Rata Terpilih Secara Aklamasi

Puncak acara rembuk adalah pemilihan Ketua KTNA Kabupaten Batubara yang dilakukan secara terbuka, demokratis, dan tanpa intervensi. Dalam suasana mufakat dan kekeluargaan, para peserta sepakat secara aklamasi memilih Kamal Rata dari Kecamatan Lima Puluh sebagai Ketua KTNA Kabupaten Batubara periode mendatang.

Baca Juga :  Pembangunan Rabat Beton di Desa Pahlawan Disambut Baik Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Mulyono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ruang strategis untuk memperkuat solidaritas dan menyatukan visi petani dan nelayan.

“Rembuk ini adalah bentuk musyawarah kita bersama. Harapannya, hasil dari kegiatan ini dapat menguatkan rasa kekeluargaan dalam perjuangan petani dan nelayan,” ujarnya.

KTNA: Wadah Bersama Petani dan Nelayan

Kepala Dinas Pertanian, Ir. Susilawati, mengingatkan bahwa KTNA bukan hanya milik petani, tetapi juga milik nelayan. “KTNA adalah wadah bersama, tempat menyampaikan aspirasi yang akan kami teruskan ke dinas terkait. Jangan langsung ke atasan, sampaikan melalui saluran yang tepat,” tegasnya.

Ia juga berharap pengurus baru nantinya mampu mendorong kreativitas dalam pertanian berbasis teknologi, agar petani dan nelayan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

Dukungan Provinsi dan Harapan Presiden

Senada dengan itu, Ketua KTNA Provinsi Sumatra Utara, Ir. Purnama Dewi Daulay, menekankan pentingnya sinergi antara pengurus KTNA dengan pemerintah daerah. Ia juga menyoroti pentingnya peran petani muda milenial dalam menjawab tantangan modernisasi pertanian.

Baca Juga :  Hingga Kini Baru 13 Caleg Terpilih Serahkan Tanda Terima LHKPN ke KPU Batu Bara

“Pemerintah, khususnya Presiden RI Bapak Prabowo, berharap petani muda mau bangkit dan terlibat aktif dalam pengolahan lahan pertanian. Jangan tertinggal, pertanian butuh energi dan semangat baru,” ucap Dewi penuh semangat.

12 Kecamatan Hadir, 1 Absen

Rembuk Paripurna ini diikuti oleh perwakilan dari 12 kecamatan, antara lain: Kecamatan Talawi, Tanjung Tiram, Sei Balai, Datuk Tanah Datar, Datuk Lima Puluh Pesisir, Datuk Lima Puluh, Lima Puluh, Air Putih, Sei Suka, Laut Tador, dan Nibung Hangus. Satu kecamatan yakni Kecamatan Nibung Hangus tercatat absen dalam pelaksanaan rembuk.

Rembuk Paripurna KTNA ini menjadi bukti bahwa kekuatan akar rumput, seperti petani dan nelayan, mampu bersatu dalam semangat demokrasi, solidaritas, dan pembangunan berkelanjutan.

Terpilihnya Kamal Rata membawa harapan baru bagi kemajuan sektor pertanian dan kelautan di Batubara. (Azmi).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB