Kasus Suap DPRD Sumut Kembali Mencuat, Tokoh Masyarakat Desak KPK Tuntaskan 36 Nama yang Masih “Berkeliaran”

- Jurnalis

Rabu, 25 Juni 2025 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Medan — Kasus korupsi besar yang sempat menghebohkan Sumatera Utara, yakni dugaan suap terhadap 100 anggota DPRD Sumut periode 2009–2014, kembali mencuat hingga menjadi sorotan publik. Medan, 24 Juni 2025.

Setelah lebih dari satu dekade berlalu, sejumlah tokoh masyarakat dan mantan legislator mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menuntaskan perkara yang dianggap stagnan ini.

Desakan keras disuarakan Ketua Umum DPP Kalibrasi, Antony Sinaga yang menilai KPK terlalu sibuk dengan metode operasi tangkap tangan (OTT), sementara kasus-kasus besar dengan aktor yang jelas justru belum diselesaikan hingga sepuluh tahun silam.

“Kasus ini sudah lewat 10 tahun. Ada 36 mantan anggota DPRD Sumut yang disebut-sebut menerima suap, tapi belum pernah diproses. Ini menimbulkan pertanyaan besar soal keseriusan KPK,” ujar Antony dalam pernyataannya.

Senada, sejumlah mantan anggota DPRD yang telah menjalani hukuman juga turut angkat bicara. Tohonan Silalahi, misalnya, menyuarakan keprihatinannya dan mendesak keadilan ditegakkan secara merata.

Baca Juga :  Beredar Rekomendasi Cabup Batubara dari Partai PAN, Irwansyah Sebut Dagelan

“Kami butuh kepastian hukum. Kami yang sudah dihukum tidak keberatan dihukum, tapi kenapa yang lain tidak disentuh? Ini soal keadilan, apakah masih ada keadilan di Republik Indonesia ini,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, Ir. Sudirman Halawa menyuarakan kegelisahan atas status hukum kasus tersebut yang terkesan “digantung”.

“Jika kasus ini tidak dilanjutkan, KPK harus mengeluarkan SP3 agar terang status hukumnya. Tapi jika dilanjutkan, maka proseslah seluruh pihak yang terlibat, termasuk para pengepul dana,” ujarnya, seraya menyebut nama-nama pejabat seperti Nurdin Lubis, Randiman Tarigan, dan Ahmad Fuad Lubis, yang hingga kini belum tersentuh proses hukum.

Ia juga mempertanyakan alasan KPK menerbitkan buku berjudul “Jejak Korupsi Hukum dan Politik” yang memuat kasus tersebut, jika tidak ada keseriusan untuk menyelesaikannya secara hukum.

Sementara itu, Ir. Wasintong Pane, menilai KPK seolah bermain “aman” dengan OTT-OTT kecil, namun melemah ketika harus membongkar kejahatan sistemik yang melibatkan banyak aktor di tingkat legislatif dan birokrasi.

Baca Juga :  Diduga Mencari Untung Besar, Rekanan Proyek Normalisasi Belum Ganti Rugi Jembatan Warga

Tokoh lainnya, Ir. Syahrial Harahap, yang juga sempat ditetapkan sebagai tersangka, menyoroti ketimpangan dalam penegakan hukum.

“Saya ditetapkan sebagai tersangka, sementara puluhan nama lainnya belum juga diproses. Di mana keadilan itu? Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” tanya Syahrial.

Desakan kolektif ini menjadi tamparan serius bagi KPK. Lembaga antirasuah itu ditantang untuk menunjukkan taringnya kembali di hadapan publik.

Penuntasan kasus suap DPRD Sumut tidak hanya menjadi ujian integritas, tapi juga menyangkut kredibilitas institusi dalam memberantas korupsi secara menyeluruh dan adil.

Kini, bola panas berada di tangan KPK. Publik menanti: apakah KPK berani menyentuh nama-nama besar yang selama ini lolos dari jerat hukum, atau kasus ini akan kembali dikubur dalam diam? ***(Hum-Dayli).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:45 WIB

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Camat Rantau Selatan Dorong QRIS untuk Perkuat PAD

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:49 WIB

LABUHANBATU

Polisi Hadir di Tengah Warga,Warung Polri Presisi Kembali Digelar

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:25 WIB

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB