Zulnas.com, BATUBARA — Kasus HIV di Kabupaten Batubara menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 137, bertambah 28 kasus dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batubara, Budi Junarman Sinaga, mengungkapkan lonjakan ini terdeteksi dari hasil skrining aktif yang dilakukan petugas kesehatan, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.
“Beberapa wilayah dengan peningkatan kasus antara lain Sei Suka, Indrapura, Pematang Panjang, Labuhan Ruku, dan Tanjung Tiram. Temuan kasus juga cukup tinggi di RSUD OK Arya Zulkarnain dengan 16 kasus,” ujarnya sebagaimana dilansir medan merdeka, Senin 27 April 2026.
Berdasarkan data puskesmas, Kecamatan Indrapura mencatat angka tertinggi dengan 17 kasus, disusul Sei Suka sebanyak 16 kasus. Sementara itu, Tanjung Tiram, Labuhan Ruku, dan Limapuluh masing-masing mencatat 12 kasus. Pagurawan menyumbang 6 kasus, dan Pematang Panjang 4 kasus. Secara keseluruhan, temuan kasus di RSUD OK Arya Zulkarnain mencapai 57 kasus dalam periode tersebut.
Budi menjelaskan, HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel-sel yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak ditangani, infeksi ini dapat berkembang menjadi AIDS, yaitu tahap lanjut yang ditandai dengan melemahnya sistem imun secara drastis.
“Tanpa penanganan, HIV bisa berkembang menjadi AIDS dalam kurun waktu sekitar 10 tahun,” jelasnya.
Ia menambahkan, penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh tertentu seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, dan ASI. Namun, virus ini tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, maupun sentuhan fisik biasa.
Meski hingga kini belum dapat disembuhkan, pengobatan dengan terapi antiretroviral (ARV) terbukti mampu menekan perkembangan virus dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan HIV melalui perilaku hidup sehat, pemeriksaan dini, serta menghindari stigma terhadap orang dengan HIV.
“Dukungan sosial sangat penting agar penderita mau menjalani pengobatan secara rutin dan tetap produktif dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Budi. (Dan).












