Basri Saragih: Pemekaran Sumatera Pantai Timur Berbasis Kajian Akademis dan Kekuatan Ekonomi Daerah

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Wacana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali mendapat perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPD IPK Kabupaten Batubara, Basri Saragih, SE, menegaskan bahwa gagasan ini bukanlah lahir dari kepentingan politik sesaat, melainkan hasil dari kajian akademis yang matang dan rasional.

“Perlu kita luruskan, bahwa usulan pemekaran Sumatera Pantai Timur bukanlah hasrat politik personal, termasuk yang dikaitkan dengan Baharuddin Siagian. Ini murni lahir dari kajian ilmiah yang mempertimbangkan aspek geografis, ekonomi, sosial, dan potensi daerah,” tegas Basri kepada zulnas.com, di Kecamatan Lima Puluh, Kamis 30 April 2026.

Menurutnya, wilayah yang direncanakan masuk dalam Provinsi Sumatera Pantai Timur, yang meliputi enam kabupaten/kota, memiliki kekuatan sumber daya alam yang sangat besar dan beragam. Mulai dari sektor perkebunan, perikanan, industri, hingga energi, semuanya menjadi fondasi kuat untuk menopang kemandirian daerah baru.

Baca Juga :  Cegah Virus Cholera, Dinas Peternakan Batubara Suntik Babi Secara Gratis

“Daerah ini dikenal sebagai lumbung perkebunan, khususnya kelapa sawit dan karet, yang tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Belum lagi potensi hasil laut yang melimpah di sepanjang pesisir timur Sumatera. Ini bukan wilayah yang bergantung, tapi wilayah yang siap mandiri,” ujarnya.

Lebih jauh, Basri juga menyoroti keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara sebagai salah satu keunggulan strategis yang tidak dimiliki daerah lain. Pelabuhan internasional yang berada di jalur perdagangan Selat Malaka ini diyakini mampu menjadi pintu gerbang ekonomi global.

“Pelabuhan Kuala Tanjung adalah aset luar biasa. Letaknya yang strategis di Selat Malaka menjadikannya sebagai salah satu pusat logistik dan perdagangan internasional. Ini akan menjadi tulang punggung ekonomi provinsi baru jika pemekaran terwujud,” jelasnya.

Baca Juga :  Wartawan IWO Batubara Berbagi Kepedulian di Tengah Sulit Ekonomi

Selain itu, potensi pendapatan daerah dari sektor korporasi juga dinilai sangat menjanjikan. Banyak perusahaan besar yang beroperasi di kawasan ini, mulai dari industri pengolahan, energi, hingga perkebunan skala besar.

“Kontribusi perusahaan-perusahaan besar terhadap pendapatan daerah sangat signifikan. Ditambah dengan sektor perkebunan rakyat dan swasta yang terus berkembang, ini menjadi kekuatan fiskal yang cukup untuk mendukung pembentukan provinsi baru,” tambah Basri.

Ia menegaskan, pemekaran bukan sekadar membentuk wilayah administratif baru, tetapi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan, memperpendek rentang kendali pemerintahan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita bicara masa depan, maka pemekaran adalah bagian dari solusi. Dengan potensi yang dimiliki, Sumatera Pantai Timur sangat layak untuk berdiri sebagai provinsi baru yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB