Zulnas.com, Batubara — Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Perindag) mengumpulkan seluruh agen LPG 3 kilogram se-Kabupaten Batubara dalam rapat koordinasi dan monitoring distribusi gas subsidi, Rabu (13/5/2026) lalu.
Pertemuan yang strategis itu digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Petatal dihadiri Disnaker Perindag, Bagian Perekonomian Setdakab Batubara, serta 10 agen LPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Batubara. Rapat tersebut difokuskan untuk mencari solusi atas persoalan distribusi dan kelangkaan LPG 3 kg yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Kabid Perdagangan dan Kemetrologian Sahat Tumpubolon, memberikan penjelasan kepada zulnas.com, terkait kondisional distribusi LPG subsidi di Batubara, Jumat 15 Mei 2026.
Dalam pertemuan itu, sejumlah faktor penyebab terganggunya pasokan LPG subsidi turut dibahas. Salah satunya adalah keterlambatan masuknya Delivery Order (DO) LPG saat hari libur nasional, kalender merah, maupun hari besar keagamaan yang menyebabkan berkurangnya stok di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti adanya peningkatan konsumsi masyarakat, terutama menjelang hari besar dan bertambahnya usaha kecil yang diduga ikut menggunakan LPG 3 kg subsidi.
“Kami telah rapat bersama Disnaker Perindag, Bagian Perekonomian dan seluruh agen LPG di Kabupaten Batubara untuk mencari solusi terkait persoalan LPG 3 kg ini,” ujar salah satu pihak dalam rapat tersebut.

Pemerintah daerah juga meminta seluruh agen menyerahkan data distribusi LPG di masing-masing pangkalan guna memetakan wilayah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan pasokan.
Enam Langkah Antisipasi
Sebagai langkah antisipasi dan upaya menjaga stabilitas distribusi LPG 3 kg, Disnaker Perindag bersama para agen menyepakati beberapa langkah penting yang akan segera dilakukan, di antaranya:
Mengusulkan over dropping atau penambahan kuota LPG 3 kg kepada Pertamina.
Mengusulkan pelaksanaan operasi pasar LPG 3 kg di wilayah yang mengalami kelangkaan.
Melakukan inspeksi mendadak (sidak) berkala guna mencegah penimbunan LPG subsidi.
Mengimbau agen dan pangkalan agar menjual langsung kepada konsumen untuk mengurangi praktik sub pangkalan yang berpotensi memicu kenaikan harga.
Mengajak masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
Mengingatkan agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan kondisi kelangkaan karena LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat kecil.
Disnaker Perindag juga meminta para agen kembali melakukan pemetaan distribusi agar penyaluran LPG lebih optimal, terutama di wilayah padat penduduk yang memiliki tingkat kebutuhan lebih tinggi.
Daerah yang dinilai mengalami kelebihan stok nantinya diharapkan dapat dialihkan atau diover ke wilayah yang kekurangan pasokan sehingga distribusi LPG 3 kg dapat lebih merata dan tepat sasaran.
Langkah koordinasi ini diharapkan mampu meredam keresahan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas kebutuhan energi rumah tangga dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Batubara. (Ril).












