Warga Mengeluh Gas LPG Langkah, Disperindag Batubara Ngaku Telah Turun Lapangan

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Keluhan warga tentang kelangkaan pasokan Gas LPG 3 kg di pangkalan di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram disikapi oleh Disperindag Batubara. Dalam keterangan yang diterima zulnas.com Rabu (6/6/26) pihaknya mengaku Disperindag Batubara telah turun dan memberikan himbauan kepada para pedagang eceran.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batubara, Antoni Ritonga, mengatakan pihaknya langsung menyampaikan hmbauan serta pengumpulan informasi terkait distribusi LPG 3 kg, Selasa (5/5/2026) lalu.

Baca Juga :  Oknum Guru dan Kasek Diduga Diam-diam Cairkan Bantuan KIP Siswa

Dia mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan ke sejumlah titik, mulai dari warung pengecer, pangkalan resmi hingga agen penyalur di wilayah Tanjung Tiram dan sekitarnya.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang sebelumnya mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG bersubsidi, disertai harga jual yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan mencapai di atas Rp20.000 per tabung.

Baca Juga :  Diduga Ancam dengan Parang, Warga Empat Negeri Dipolisikan Kades

Warga berharap, upaya pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan stabilitas pasokan serta melindungi hak masyarakat sebagai penerima subsidi. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB