Beda Pandangan Itu Biasa, Membangun Pantai Timur Itu Tujuan Kita

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Wakil sekretaris DPD IPK Kabupaten Batubara Zulkifli Nasution mengungkapkan Pemekaran Provinsi Sumatera Utara Pantai Timur bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari hak konstitusional masyarakat untuk menentukan arah pembangunan daerahnya.

Dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap aspirasi yang tumbuh dari bawah memiliki ruang untuk diperjuangkan secara sah, selama tetap berpijak pada aturan dan kepentingan bersama.

Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Ada yang mendukung dengan penuh semangat, ada pula yang memilih untuk tidak sejalan. Namun, dinamika ini sejatinya adalah cerminan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Tidak semua harus sepakat, tetapi semua berhak untuk dihargai. Bagi yang mendukung, mari satukan kekuatan dan gagasan. Bagi yang belum sependapat, sikap saling menghormati jauh lebih bermakna daripada memperuncing perbedaan.

Pernyataan Gubernur Sumatera Utara yang menyoroti wacana pemekaran seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai pemantik semangat untuk memperkuat argumentasi dan konsolidasi.

Baca Juga :  Setelah Kadis PUTR, Kini Kepala BKAD Batubara Mengundurkan Diri: Ada Apa di Balik Gelombang Mundur Pejabat?

Setiap kritik atau keraguan justru menjadi ruang untuk membuktikan bahwa gagasan pemekaran ini memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi administratif, ekonomi, maupun sosial budaya.

Selama ini, potensi besar di wilayah Pantai Timur belum sepenuhnya tergarap optimal. Kita memang dikenal dengan kekuatan sektor pertanian dan perkebunan, namun itu baru sebagian dari keseluruhan kekayaan yang dimiliki.

Kawasan pesisir dan laut, khususnya yang terhubung langsung dengan Selat Malaka, menyimpan peluang besar yang selama ini belum menjadi fokus utama pembangunan.

Padahal, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Di balik itu, tersimpan potensi ekonomi maritim yang luar biasa: perikanan tangkap dan budidaya, industri pengolahan hasil laut, pelabuhan, hingga sektor logistik dan perdagangan internasional.

Baca Juga :  Zahir Diminta Jangan Terpengaruh Dengan Pembisik

Jika kemudian dikelola dengan visi yang tepat, kawasan ini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tidak hanya menggerakkan daerah, tetapi juga memberi kontribusi signifikan bagi nasional.

Sekali lagi, Pemekaran bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk mempercepat pemerataan pembangunan, mendekatkan pelayanan publik, dan mengoptimalkan potensi daerah. Oleh karena itu, narasi yang dibangun haruslah rasional, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan penghalang. Dengan semangat kebersamaan, argumentasi yang kuat, serta visi pembangunan yang jelas, perjuangan untuk mewujudkan Sumatera Utara Pantai Timur sebagai provinsi baru akan menemukan jalannya.

Yakin dan percayalah wahai teman-teman, perjuangan yang dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Merdeka… (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB

LABUHANBATU

Bupati Dan Kapolres Labusel Dukung PWI Perkuat Informasi Publik

Jumat, 7 Agu 2026 - 22:23 WIB