Zulnas.com Labuhanbatu — Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, menegaskan bahwa kualitas harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Labuhanbatu.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri peresmian dan buka puasa bersama SPPG Sioldengan 3 Yayasan Hasna Kuliner Putri di Jalan Martinus Lubis, Kelurahan Sibuaya, Minggu (23/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai pemenuhan gizi anak sekolah bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya terletak pada distribusi makanan kepada ribuan pelajar, tetapi juga pada standar mutu yang diterapkan dalam setiap tahapan pelaksanaannya. Ia meminta seluruh jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memastikan bahan baku yang digunakan dalam kondisi segar dan aman dikonsumsi, serta diproses sesuai standar kesehatan yang berlaku.
“Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar anak. Karena itu, kebersihan, kandungan gizi, dan ketepatan distribusi harus benar-benar dijaga,” ujarnya.
Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan dan evaluasi secara berkala. Ia mengingatkan agar tidak ada kelalaian dalam proses pengolahan maupun pendistribusian makanan. Baginya, kualitas layanan menjadi cerminan keseriusan pemerintah dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dampak program MBG diharapkan mampu menekan angka kekurangan gizi, meningkatkan daya tahan tubuh siswa, serta mendorong semangat belajar di sekolah. Dengan asupan gizi yang cukup dan seimbang, anak-anak diharapkan dapat mengikuti proses pendidikan secara optimal.
Bupati turut mengapresiasi kerja sama antara SPPG, pihak sekolah, dan seluruh elemen yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat demi mewujudkan generasi Labuhanbatu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua SPPG Sioldengan 3 Yayasan Hasna Kuliner Putri, Hasnah Jaya Putri Siregar, menyampaikan komitmennya untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam penyediaan bahan pangan. Ia menyatakan dapur MBG yang dikelolanya akan mengutamakan hasil perkebunan warga setempat, seperti timun dan cabai, sebelum mencari pasokan dari pasar.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran program MBG, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia pun mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai kebun produktif yang dapat menambah penghasilan sekaligus menunjang kebutuhan bahan pangan bergizi.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Labuhanbatu, Prisilia Dinanti, melaporkan bahwa hingga 24 Februari 2026, terdapat 31 SPPG di Kabupaten Labuhanbatu yang telah memiliki kepala SPPG.
Dari jumlah tersebut, 29 dapur telah beroperasi dengan melibatkan sekitar 50 tenaga kerja di setiap dapur dan melayani lebih dari 51 ribu anak.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa program MBG telah berjalan dalam skala luas dan memberi dampak ganda, yakni peningkatan kualitas gizi anak serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah, termasuk Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, anggota DPRD dari berbagai fraksi, para asisten Setdakab, staf ahli bupati, kepala OPD, lurah, camat, serta para kepala SPPG.
Melalui penguatan standar mutu dan pengawasan yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berharap program MBG dapat terus berjalan optimal dan berkelanjutan, sehingga benar-benar menjadi pondasi dalam membangun generasi yang sehat dan unggul di masa depan. (Ceha).












