Desa Bogak Tetapkan Hari Jadi, Momentum Pelestarian Sejarah dan Budaya Lokal

- Jurnalis

Kamis, 10 Juli 2025 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Pemerintahan Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batubara, resmi menggelar rapat musyawarah penetapan Hari Jadi Desa Bogak pada Rabu, 9 Juli 2025. Rapat tersebut melibatkan tokoh-tokoh masyarakat serta keluarga dari almarhum Bidul Usman, sebagai kepala desa pertama yang menjabat di Desa Bogak mulai Tahun 1967 hingga 1985.

Kepala Desa Bogak, Fazzary Akbar, menegaskan bahwa penetapan hari jadi ini merupakan langkah penting dalam merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan asal-usul desa. Ia menilai, masyarakat Desa Bogak berhak mengetahui dan memahami jati diri serta warisan leluhur mereka.

“Ini adalah momentum penting untuk menggali dan menelusuri lebih dalam sejarah Desa Bogak yang selama ini minim dokumentasi. Kami ingin memastikan bahwa anak cucu kita kelak memahami akar budaya dan asal-usul wilayah ini,” ujar Fazzary Akbar kepada zulnas.com, diruang kerjanya, Rabu 9 Juli 2025.

Menurut Fazzary, selama proses pencarian informasi sejarah, pihaknya tidak menemukan sumber valid terkait kedudukan wilayah Bogak dalam struktur kerajaan atau kedatukan masa lalu.

Baca Juga :  Tak Kuorum, Sidang Paripurna APBD- P Batubara 2019 Tak di Ketok

Baik di Wikipedia, Google, maupun referensi digital lainnya, belum ada dokumentasi resmi tentang sejarah Bogak. Hal ini justru menjadi motivasi bagi Pemerintahan Desa untuk memulai langkah pelestarian sejarah dari sekarang.

“Negara yang besar adalah negara yang rakyatnya tidak melupakan sejarah. Kami ingin Desa Bogak menjadi bagian dari semangat itu,” tegasnya.

Sebagai bagian dari penetapan Hari Jadi, Pemerintah Desa Bogak memutuskan untuk menyesuaikan tanggal lahir, bulan, dan tahun peringatan berdasarkan masa kelahiran Bidul Usman, Kepala Kampung pertama yang memimpin sejak 1967. Kepastian tanggal akan diumumkan setelah proses koordinasi dengan pihak keluarga.

Desa Bogak Tetapkan Hari Jadi, Momentum Pelestarian Sejarah dan Budaya Lokal
Deretan Pemimpin Desa Bogak dari Masa ke Masa:

Deretan Pemimpin Desa Bogak dari Masa ke Masa:

Bidul Usman (1967 – 1985)

M. Noer Bahrum (1985 – 1995)

Nasrun Anwar (1995 – 2003)

Khairuddin (2003 – 2009)

Zakaria (2009 – 2015)

Khalik Nasution (2015 – 2021)

Fazzary Akbar (2021 – sekarang)

Harapan Jadi Kurikulum Lokal dan Event Budaya Tahunan

Baca Juga :  Hingga Kini Baru 13 Caleg Terpilih Serahkan Tanda Terima LHKPN ke KPU Batu Bara

Dalam musyawarah tersebut, Fazzary juga menyampaikan harapan agar sejarah Desa Bogak dapat diakomodir ke dalam kurikulum muatan lokal oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara. Hal ini diyakini akan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah desa mereka sendiri.

Selain itu, penetapan hari jadi ini diharapkan menjadi titik tolak untuk pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan kepemudaan yang akan dirayakan secara rutin setiap tahun. Mulai dari pertunjukan seni, pameran sejarah lokal, hingga lomba tradisional untuk memperkuat identitas masyarakat Bogak.

Fazzary berharap, inisiatif ini juga dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Batubara untuk mulai mendokumentasikan sejarah dan menetapkan hari jadi mereka masing-masing.

Selanjutnya, Ia kemudian mengajak Pemerintah Kabupaten Batubara, baik legislatif maupun eksekutif, agar menyusun regulasi resmi terkait peringatan hari jadi desa sebagai bagian dari pelestarian budaya dan sejarah lokal.

“Semoga ini menjadi warisan yang dapat dibanggakan masyarakat Bogak hari ini, esok, dan di masa mendatang,” pungkas Fazzary Akbar. (Zn).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Di Balik Gerobak Sederhana,Ada Hati Ibu yang Tak Pernah Menyerah

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:00 WIB