“Gempa Sunyi di Bumi Pendidikan: Skandal Dana BOS dan Luka Kolektif Batubara”

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Di tengah harapan membuncah akan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Batubara, langit mendadak mendung. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara pada pertengahan Maret 2025 mengguncang akar moral dunia pendidikan lokal.

Bukan hanya karena jumlah uang yang disita—Rp319 juta dari dana BOS tetapi karena siapa yang terlibat: dua figur penting yang seharusnya menjadi panutan.

SLS dan MK, masing-masing menjabat sebagai Ketua MKKS SMK dan SMA Batubara, ditangkap dengan bukti kuat: uang tunai dan dugaan pengutipan kepada para kepala sekolah. Dana yang sejatinya untuk anak-anak negeri ini, diselewengkan dari tangan kepercayaan publik. Tapi kisah ini tak berhenti di ruang penyidikan.

Saidatul dan Secarik Kertas yang Membakar Api Curiga

Seperti potongan film thriller, babak baru drama ini terbuka lebar saat Saidatul Fitri istri dari tersangka MK—muncul ke publik. Bukan untuk membela, tapi untuk menyerang. Di hadapan wartawan, ia menunjukkan secarik kertas bertuliskan kode dan angka-angka. Dugaan mengarah ke oknum Polres dan Kejari Batubara yang disebut-sebut sebagai penerima “THR”.

Baca Juga :  Di Puskesmas Labuhan Ruku, Gedung Megah, Obat tak Tersedia

Baca : Dari Ruang Kelas ke Jeruji Besi: Kisah Ambruknya Digitalisasi Pendidikan di Batubara

Langkah Saidatul membuat riuh jagat Batubara. Bukan hanya soal keberaniannya mengungkap, tapi juga membuka kemungkinan kelindan sistemik yang selama ini tak tersentuh. Laporan ke Propam Polda Sumut telah dibuat, dan kini bola panas tak hanya berada di pangkuan Kejaksaan, tapi juga di pundak Polri.

Desakan Publik: Transparansi atau Hancurnya Kepercayaan

Ketua PWI Batubara, M Amin, bersuara lantang. Ia mendesak Kapolda dan Kajatisu menyikapi serius pengakuan Saidatul. “Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan. Ini penting untuk menjaga marwah institusi,” tegasnya.

Sementara Ketua IWO Batubara, Darmansyah, mengingatkan: “Jangan sampai ini menjadi bola liar.” Pernyataannya bukan tanpa alasan. Di tengah kemarahan publik, spekulasi mudah membesar. Satu-satunya jalan adalah membongkar kebenaran, seberat apa pun.

Baca Juga :  Lindungi Aset Daerah, Pemkab Labuhanbatu Bentuk Tim Inventarisasi

Luka yang Tak Terlihat: Kepercayaan yang Terkoyak

Bagi para guru, orang tua murid, dan siswa, kasus ini lebih dari sekadar kejahatan. Ia melukai nilai-nilai dasar yang mestinya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.

Dana BOS bukan hanya soal anggaran, tapi simbol harapan bahwa setiap anak di Batubara punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Kini, kepercayaan publik terguncang. Pertanyaan-pertanyaan lahir dari ruang kelas hingga warung kopi Apakah ini hanya dua nama, atau puncak dari gunung es yang lebih besar?

Akhir yang Belum Usai

Skandal ini mungkin baru dimulai. Tapi ia telah mengajarkan satu hal bahwa pengawasan dari masyarakat adalah benteng terakhir ketika integritas pejabat mulai pudar. Ketika suara jurnalis, aktivis, dan rakyat kecil bersatu, maka mustahil kebusukan bisa disembunyikan selamanya.

Batubara tak boleh diam. Karena sunyi terlalu lama, bisa menjadi kubur bagi keadilan.

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Batubara Lirik Potensi Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam Serentak
Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara
Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta
Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:49 WIB

Bupati Batubara Lirik Potensi Aren, 16 Ribu Pohon Akan Ditanam Serentak

Senin, 14 September 2026 - 13:08 WIB

Perkuat Infrastruktur Pertanian dan Pengairan, Bupati Batubara Temui BBWS Sumatera Utara

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta

Selasa, 8 September 2026 - 09:39 WIB

Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026

Jumat, 4 September 2026 - 18:53 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Polres Labuhanbatu Gelar Warung Polri Presisi Minggu Ke-24

Jumat, 18 Sep 2026 - 13:37 WIB