Satgas IPK Batubara Himbau Oknum Pelaku Priming untuk Hentikan Tekanan Terhadap Camat dan ASN

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 9 November 2024 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya (DPD IPK) Kabupaten Batubara, Jhonrico Purba, mengeluarkan himbauan tegas kepada sejumlah oknum yang diduga melakukan aksi priming atau tekanan terselubung terhadap para Camat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan dinas-dinas pemerintah di Batubara.

Menurut Jhonrico, aksi ini dinilai sebagai bentuk intervensi yang tidak pada tempatnya dan dapat mempengaruhi netralitas ASN dalam Pilkada Batubara Tahun 2024.

Jhonrico mengungkapkan bahwa aksi priming ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk inisial SH dan rekan-rekannya, yang berkeliling mendatangi dinas-dinas dan ASN untuk meminta mereka bersikap netral dalam proses pemilihan kepala daerah.

Namun, Jhonrico menggarisbawahi bahwa ajakan ini tampak hanya sebagai formalitas karena SH sendiri diketahui berpihak pada salah satu pasangan calon, yakni paslon nomor 3 Zahir-Aslam.

Baca Juga :  Bahar : Langkah Kecil, Gagasan Besar dari Sudut Tersembunyi Batubara

“Kewajiban menjaga netralitas ASN adalah tanggung jawab aparat kepolisian, bukan pihak-pihak yang memiliki keberpihakan politik,” ujar Jhonrico Purba.

Jhon menegaskan, keterlibatan pihak yang berpihak pada kandidat tertentu dalam meminta netralitas ASN bisa menjadi langkah kontraproduktif dan justru melemahkan netralitas yang ingin dijaga.

Satgas DPD IPK Kabupaten Batubara menilai bahwa aksi-aksi tersebut dapat menimbulkan kebingungan dan tekanan psikologis terhadap para camat dan ASN yang seharusnya berfokus pada tugas pelayanan masyarakat.

“Aksi priming ini berpotensi menjadi bentuk intimidasi terselubung yang dapat memengaruhi mentalitas serta kenyamanan kerja para ASN di Kabupaten Batubara. Untuk itu, kami meminta semua pihak untuk tidak melakukan intervensi politik kepada aparatur pemerintahan,” tegas Jhonrico.

Baca Juga :  Berkas Lengkap, Polisi Limpahkan 2 Tersangka OTT ke Kejari Batubara

Sebagai penutup, Jhonrico mengimbau agar seluruh pihak, terutama ASN di Kabupaten Batubara, tetap menjalankan tugas dengan baik, profesional, dan menjunjung tinggi kode etik tanpa harus terpengaruh oleh tekanan-tekanan pihak yang tidak berkepentingan.

Semnetara itu, Sekretaris Satgas IPK Batubara Ahmad Yani Hutagaol mengatakan, pihaknya beserta DPD IPK siap sebagai garda terdepan dalam menjaga Kondusitifitas dalam Pilkada Batubara.

“Kami siap menjaga kondusitifitas dalam pilkada, kami juga akan melakukan pengawalan ketat terhadap oknum-oknum yang coba mempengaruhi situasi politik di Batubara,” tegasnya.

Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan terhadap camat-camat yang ada di Batubara. Jika kemudian kami mengatahui ada oknum-oknum yang datang dan menakuti, pihaknya tidak segan-segan akan menunjukkan sikap. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran
Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Berita Terbaru