Usaha Pengumpul Kipang Diduga Cemari Lingkungan Kampung Nipah

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 12 Mei 2024 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Salah satu jenis usaha laut pengumpulan Kipang yang merupakan komoditi eksport yang terdapat di lingkungan II Kampung Nipah Kelurahan Labuhanruku Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara Propinsi Sumatera Utara diduga mencemari lingkungan setempat.

Pasalnya, aktivitas tersebut membuat sejumlah warga resah karena tak tahan mencium bau comberan yang busuknya menyengat hingga kehidung warga sekitar.

Iwan Has, salah satu warga setempat merasa keberatan usaha hasil laut itu yang dibuat di komplek perumahan penduduk itu. Diapun akan melaporkan usaha itu kepada pemerintahan setempat hingga pemerintahan propinsi agar pengusaha itu bisa ditegur.

“Sehubungan aktivitas pengelolaan dan pengumpulan Kipang salah satu jenis hasil laut merupakan komoditi eksport Keluar Negeri di Lingkungan II Kampung Nipah, Kel Labuhan Ruku, Kec Talawi, Batubara dalam beberapa tahun terakhir, kami tidak tahan mencium bau busuknya,” kata Iwan Has kepada zulnas.com, minggu (12/5/2024).
  
“Selaku mewakili warga sekitar dan berdekatan dengan rumah yang juga merangkap alias multi fungsi sebagai tempat pengumpul/pengelolaan Kipang merasa terganggu dan resah bau menyegat alias busuk yg bersumber dari aktivitas komoditi eksport (Kipang) itu,” kata Dia.
 
Tak hanya bau busuk yang ditahankannya bertahun- tahun, limbah hasil pengelolaan merembes dan berbaur ke dalam parit sekitar kawasan rumah diduga tercemar dan menimbulkan bau yang bisa mengancam semacam penyakit.
 
Jika malam hari, katanya, lingkungan yang berbau itu mengundang sejumlah binatang berupa tikus-tikus yang dapat bersarang serta dikhawatirkan mengigit wayar atau kabel dirumah yang berkaitan benda eletronik/listrik maupun kenderaan milik warga yang berdampingan.

Baca Juga :  Soal TBUPP, Zahir Berharap Media Dapat jadi 'Sumbu' Pencerahan Kepada Masyarakat

https://youtu.be/0KrmU7ikBqY?si=w9k2vTtT7dlc5yab
 
Parahnya lagi, aktivitas bongkar muat maupun kegiatan bersih-bersih fiber fasilitas kipang disisi jalan memanfaatkan akses sarana umum ini menyempit menghambat kelancaran  warga yang lalu lalang lewat.

Baca Juga :  Permudah Urusan Pencairan, Kepala BKAD Batubara Hakim Terbitkan Sipande

“Apakah aktivitas ini layak ditengah-tengah permukiman warga yang padat penduduk dan apakah telah didukung izin dan mendapat persetujuan dsri warga,” ujarnya mempertanyakan pemerintahan setempat.

Iwan menjelaskan aktivitas tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa pernah mendapat perhatian dari penyelenggara publik, meskipun keresahan warga yang terdampak telah disampaikan.

“Kita akan surati Bupati Batubara, Kapolres Batubara, Kasatpol PP, Dinas Perizinan, Dinas Lingkungan Hidup terkait dampak lingkungan yang bau ini,” tegasnya.

Lurah Kelurahan Labuhanruku Zainal saat dihubungin zulnas.com, minggu (12/5/2024) menyatakan sudah mendapat informasi dari warga setemoat, dan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Terkait bau busuk itu, besok senin, (13/5/2024) pihak pengusahanya akan kita panggil kekantor untuk mempertanyakan izin usahanya,” kata Zainal.

Sepengetahuan Zainal, usaha yang digeluti warga kelurahan Labuhanruku itu, memang belum ada. Begitupun, pihaknya nanti akan mempertanyakan kepada yang bersangkutan, agar mendapat kepastian. *** Dan

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih
Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara
Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan
Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi
Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara
Singapore Land Batubara Berbagi Berkah Sambut Ramadhan 1447 H, Anak Yatim dan Dhuafa Terima Sembako
Menjawab Keluhan Petani, Bupati Batubara Turun Tangan Hempang Sungai Ramunia
Sawah Mengering, Suara Petani di Batubara Menunggu Tindakan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 03:49 WIB

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:45 WIB

Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:33 WIB

Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:47 WIB

Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:39 WIB

Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara

Berita Terbaru