Setelah Kadis PUTR, Kini Kepala BKAD Batubara Mengundurkan Diri: Ada Apa di Balik Gelombang Mundur Pejabat?

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 April 2025 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara – Belum reda kabar mundurnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kurnia Lismawatie, kini satu lagi pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara mengikuti jejak serupa. Kali ini, giliran Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Rijali, yang menyatakan mundur dari jabatannya.

Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Aldi Ramadhan. “Benar, Rijali sudah mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati. Namun hingga hari ini masih dalam proses,” ujar Aldi saat dikonfirmasi, Kamis (24/4/2025).

Aldi juga menyampaikan bahwa sambil menunggu keputusan resmi Bupati, pihaknya tengah menyiapkan nama pengganti yang akan mengisi posisi Kepala BKAD secara sementara sebagai Pelaksana Harian (Plh).

Baca : Kadis PUTR Mundur, Ini Penggantinya

Sementara itu, Rijali sendiri saat dikonfirmasi secara terpisah mengonfirmasi pengunduran dirinya. “Saya kemarin sudah mengajukan surat pengunduran diri sebagai Kepala BKAD agar bisa lebih fokus mengurus orangtua saya yang tinggal sendirian di Tebing Tinggi,” ucapnya dari balik sambungan telepon.

Baca Juga :  Dua Caleg Beda Partai Kompak Rebut Kursi di Dapil II Batubara

Fenomena Pengunduran Diri Beruntun

Dalam tempo kurang dari dua pekan, dua pejabat tinggi Pemkab Batubara memilih untuk mundur. Dua-duanya memegang posisi vital: satu di sektor infrastruktur, satu lagi di urusan keuangan daerah.

Publik pun mulai bertanya-tanya: apakah ini hanya kebetulan? Ataukah ada dinamika internal di balik layar yang belum terungkap ke permukaan?

Baca : Perlukah Baharuddin Siagian Mengganti Kepala Dinas di Batubara?

Dinas PUTR dan BKAD adalah dua pilar penting dalam pemerintahan daerah. Satu bertugas membangun fisik dan infrastruktur, sementara yang lain mengelola keuangan dan aset.

Ketika kedua pucuk pimpinan di lembaga ini mengundurkan diri dalam waktu berdekatan, tentu wajar bila muncul spekulasi dan kekhawatiran akan stabilitas birokrasi.

Mundur Karena Alasan Keluarga, Tapi…

Baik Kurnia maupun Rijali menyampaikan alasan personal di balik pengunduran diri mereka. Satu karena kesehatan, satu lagi karena ingin mengurus orangtua. Alasan yang manusiawi dan bisa dipahami. Namun tetap saja, rentetan ini menjadi sinyal penting bagi Bupati Baharuddin Siagian untuk mengevaluasi iklim kerja di tubuh pemerintahan yang dipimpinnya.

Baca Juga :  Kabut Asap Selimuti Batubara, BPBD Berikan 1800 Masker ke masyarakat

Baca : Rizky Aryetta Bicara Mutasi ASN: Antara Aturan dan Realitas Politik

Apakah ada tekanan? Apakah ada ketidaksesuaian visi di antara jajaran? Atau hanya soal waktu dan kebetulan?

Pemkab Didesak Segera Bertindak

Dengan dua posisi strategis kosong atau dalam masa transisi, Pemkab Batubara kini berada di persimpangan. Penunjukan Plh memang solusi sementara, tapi bukan jawaban jangka panjang. Pengganti definitif dengan kemampuan manajerial yang mumpuni dan integritas tinggi sangat dibutuhkan untuk menjaga roda pemerintahan tetap berputar.

Masyarakat tentu berharap bahwa dinamika ini tidak mengganggu pelayanan publik maupun jalannya program-program strategis daerah, terutama menjelang pertengahan tahun anggaran yang krusial.

Akhirnya…

Apakah gelombang pengunduran diri ini akan berhenti di sini? Atau akan ada nama-nama lain yang menyusul? Yang jelas, Pemkab Batubara harus bersiap menghadapi tantangan ini secara terbuka dan bijak.

Karena lebih dari sekadar jabatan yang ditinggalkan, yang harus dijaga adalah kepercayaan publik. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot
Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang
Semangat Kemerdekaan Membara di Desa Padang Genting, Warga Meriahkan HUT RI ke-81
Ismar Khomri Desak Pemkab Batubara Segera Salurkan Bantuan Korban Banjir, Lewat Dana TKD Rp165 Miliar
Soal Lahan Cabai Banjir, DPRD Batubara Desak Penanganan, PSDA Perintahkan Rekayasa Aliran

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:43 WIB

Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:38 WIB

Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Menembus Ombak, STM Desa Padang Genting Meriahkan HUT RI ke-81 di Pulau Pandang

Berita Terbaru