Nasib TKS di Batubara,10 Tahun Bekerja Tak Pernah Menerima Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Februari 2021 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Derita Tenaga Kerja Suka Rela (TKS) di Kabupaten Batubara tak henti- hentinya. Selama sepuluh mereka bekerja disalah satu pusat kesehatan di Kecamatan tidak pernah menerima rupiah sepeserpun upah selama bekerja.

“Jangankan seratus ribu bang, seribu rupiah pun saya tak pernah menerima upah dari kantor tempat saya bekerja,” kata salah seorang pegawai honor alias TKS di Salah satu Puskesmas kecamatan di Batubara.

Sebagai TKS, Dia menjelaskan mulai bekerja di Puskesmas dari tahun 2011 hingga saat ini tahun 2021. Selama sepuluh tahun itu, dia mengeluarkan uang sendiri untuk biaya transportasi dan makan minum.

“Memang kami pernah dijanjikan, akan mendapatkan honor dari anggaran pemerintah propinsi Sumatera Utara, namun hingga saat ini janji hanya tinggal janji,” ujarnya sedih.

Baca Juga :  Khairu Anwar : "Cuma 15 Menit, Rumahku Rata Dengan Tanah"

Disaat pandemi, sebagai petugas medis. Dia mengaku bekerja sesuai jam kantor sebagaimana layaknya pegawai negeri ASN. Selama bekerja kadang masuk siang dan kadang masuk malam.

“Disaat pandemi ini, Jika ada pasien, saya juga turut membantu dalam memberikan pelayanan kesehatan. Meski rawan, namun tanggungjawab tetap saya laksanakan,” Ujarnya.

“Kami kan ada tugas malamnya, tapi uang puding sedikit-pun tidak pernah kami dapatkan,” ujarnya lirih.

Sebelum bertugas di Puskesmas, dia mengaku pernah sepuluh bulan menjadi tenaga honor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batubara yang juga tak mendapatkan gaji, namun belakangan, pihak rumah sakit sudah dianggarkan melalui anggaran RSUD Batubara.

“Jadi sekarang kawan- kawan disana sudah mendapat gaji dari pemerintah daerah melalui APBD Batubara. Katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah pegawai TKS yang berada di pusat kesehatan di Batubara tidak begitu banyak, apalah salahnya dimasukkan dalam anggaran APBD untuk biaya transportasi saja, supaya ada minyak kami pulang pergi saat bekerja

Baca Juga :  Respon Keluhan Ibu Bayi Kembar Siam, Bupati Zahir Printah Petugas Kesehatan RSUD Batubara ke Medan

Terkadang dia mengaku cemburu terhadap perlakuan khusus pa pada guru honor, sebab, baru beberapa bulan saja mengajar disekolah meraka sudah bisa mendapatkan honor dari kepala sekolahnya.

tak hanya itu, kebijakan pemerintah setempat terkadang ada juga lucunya, baru saja kemarin ikut seleksi pegawai honor, padahal dia tamatan Ekonomi, bisanya pula dia jadi tenaga honor di pusat pelayanan kesehatan. ijazahnya kan tak linier.

Terakhir, dia berharap kepada Bapak Bupati Batubara Ir Zahir M.AP agar dapat membuka hatinya kepada kami yang bekerja siang dan malam ini bisa mendapatkan upah. Harapnya. ****

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?
Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024
Kejar 12 Jam, Polisi Gagalkan “Serangan” Narkoba Rp57 Miliar dari Malaysia di Tol Lubuk Pakam
Diduga Terkait Proyek E-Katalog, Isu OTT di Kominfo Tebingtinggi Mencuat Kadis Bantah Keras
Profil Kajari Karo Danke Rajagukguk Yang Tangani Perkara Amsal Sitepu
Eks Kadis Kesehatan Batubara Divonis 5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana BTT
DPD II Partai Golkar Batubara Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD I Golkar Sumut

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:05 WIB

Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?

Rabu, 29 April 2026 - 11:52 WIB

Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024

Senin, 27 April 2026 - 19:26 WIB

Kejar 12 Jam, Polisi Gagalkan “Serangan” Narkoba Rp57 Miliar dari Malaysia di Tol Lubuk Pakam

Jumat, 17 April 2026 - 19:31 WIB

Diduga Terkait Proyek E-Katalog, Isu OTT di Kominfo Tebingtinggi Mencuat Kadis Bantah Keras

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Dibekuk! Pelaku Curanmor Rantauprapat Akui Beraksi Berkali kali

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:31 WIB

LABUHANBATU

Saat Jurnalis,Teknisi Listrik dan Pendidikan Satu Visi

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:52 WIB