Zulnas.com, DELI SERDANG – Pohon aren mulai dilirik Pemerintah Kabupaten Batubara sebagai komoditas alternatif yang memiliki potensi ekonomi sekaligus manfaat ekologis.
Bupati Batubara Dr. H. Baharuddin Siagian melihat langsung penangkaran dan perkebunan pohon aren milik Ustaz Khairul Ghazali di Pesantren Al-Hidayah, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (16/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Batubara menggali potensi komoditas yang dapat dikembangkan masyarakat sekaligus memiliki nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Di lokasi penangkaran, terdapat sekitar 800.000 bibit pohon aren. Tanaman tersebut dinilai memiliki prospek ekonomi karena hampir seluruh bagian pohon dapat dimanfaatkan.
Salah satu potensi utamanya berasal dari nira. Satu pohon aren disebut mampu menghasilkan sekitar 5–6 liter nira per hari, dengan kisaran harga mencapai Rp10.000 per liter.
Jika dikelola secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan industri pengolahan, komoditas aren tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.
“Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pohon aren juga memiliki nilai ekonomi yang dapat menambah pendapatan masyarakat dan pada akhirnya memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Bupati Baharuddin.
16 Ribu Pohon Akan Ditanam di Batubara
Ketertarikan Pemerintah Kabupaten Batubara terhadap komoditas aren tidak berhenti pada kunjungan. Pengembangan tanaman tersebut direncanakan mulai diterapkan di Kabupaten Batubara.
Sebanyak 16.000 pohon aren direncanakan ditanam secara serentak bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Batubara.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun pengembangan aren secara lebih luas dengan melibatkan masyarakat dan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Bagi pemerintah daerah, pengembangan aren memiliki dua sisi manfaat. Di satu sisi, tanaman ini dapat membantu menjaga lingkungan dan memperkuat fungsi lahan. Di sisi lain, hasil tanaman dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat apabila dikelola melalui pola budidaya dan pengolahan yang tepat.

Dari Nira hingga Gula Aren
Pohon aren memiliki beragam manfaat ekonomi. Buahnya dapat diolah menjadi kolang-kaling, sedangkan nira dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku gula merah, gula aren dan berbagai produk olahan lainnya.
Peluang pengembangan gula aren juga semakin terbuka seiring berkembangnya budaya minum kopi, khususnya di kalangan anak muda. Gula aren kini banyak digunakan sebagai salah satu bahan pemanis dalam berbagai sajian kopi dan minuman.
Karena itu, pengembangan aren tidak semata-mata berbicara mengenai penanaman pohon. Potensi yang lebih besar justru berada pada pembangunan rantai usaha, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan, penyadapan nira, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran produk.
Pemerintah Kabupaten Batubara berharap pengembangan tersebut dapat melahirkan ekosistem usaha baru yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Dengan pendekatan tersebut, aren diharapkan tidak sekadar menjadi tanaman penghijauan, tetapi berkembang menjadi komoditas ekonomi masyarakat yang mampu memberikan nilai tambah, membuka lapangan usaha dan mengoptimalkan potensi sumber daya daerah.
Jika pengembangan dilakukan secara konsisten dan terintegrasi, penanaman 16.000 pohon aren nantinya dapat menjadi titik awal bagi lahirnya sentra komoditas aren di Kabupaten Batubara. (Dan).












