Dipicu Penghalangan Peliputan Kasus Tahanan Kabur, Puluhan Wartawan Batubara Demo Lapas Labuhan Ruku

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Suasana di depan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku, Senin (11/05/2026), mendadak berubah riuh. Puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Batubara turun ke jalan membawa satu suara: mendesak transparansi dan pembenahan menyeluruh di lingkungan lapas yang belakangan menjadi sorotan publik.

Aksi bertajuk “Pers Batubara Bergerak” itu bukan sekadar unjuk rasa biasa. Di balik spanduk dan orasi yang menggema, tersimpan kekecewaan mendalam insan pers terhadap dugaan penghalangan kerja jurnalistik saat meliput kasus kaburnya seorang tahanan beberapa waktu lalu.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 29 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB. Saat sejumlah wartawan datang ke lokasi untuk mencari informasi terkait tahanan yang kabur, mereka mengaku justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak lapas. Awak media disebut dilarang mendekati lokasi kejadian, kesulitan memperoleh informasi, hingga mengalami intimidasi verbal ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Bagi insan pers, tindakan tersebut dinilai mencederai kebebasan pers dan bertentangan dengan semangat keterbukaan informasi publik yang dijamin undang-undang.

Baca Juga :  DPD IPK Batubara Salurkan 500 Paket Sembako di 12 Kecamatan Sambut HUT ke-56

“Kami datang untuk menjalankan tugas jurnalistik, bukan untuk dihalangi,” teriak salah seorang peserta aksi dalam orasinya.

Tidak hanya menyoroti persoalan penghalangan peliputan, aksi tersebut juga membuka kembali berbagai dugaan persoalan serius yang selama ini berkembang di tengah masyarakat terkait kondisi di dalam lapas.

Dalam orasi bergantian, para wartawan menyinggung adanya dugaan praktik mafia, peredaran narkotika, penggunaan telepon genggam ilegal oleh narapidana, dugaan jual beli fasilitas kamar, hingga berbagai praktik terselubung yang dianggap merusak citra lembaga pemasyarakatan.

Mereka bahkan mendesak Yusril Ihza Mahendra untuk turun langsung ke Labuhan Ruku guna melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang mencuat.

Selain itu, massa aksi meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengusut dugaan kasus kematian narapidana yang selama ini menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat. Mereka menuntut proses investigasi dilakukan secara terbuka dan independen agar tidak menimbulkan spekulasi liar.

Sorotan juga diarahkan kepada bagian Humas lapas. Massa menilai fungsi hubungan masyarakat tidak berjalan maksimal dalam membangun komunikasi yang sehat dengan insan pers dan publik. Karena itu, mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja humas.

Baca Juga :  Daud Sebut Tenaga Honorer di RSUD Batubara Macam Kantor Ibu dan Anak

Meski berlangsung penuh semangat, aksi berjalan tertib di bawah pengamanan aparat dari Kepolisian Sektor Talawi yang dipimpin AKP Arianto Sitorus.

Momen penting terjadi ketika Kepala Lapas Labuhan Ruku, Hasibuan, akhirnya menemui para wartawan dan berdialog langsung di depan gerbang lapas.

Dalam suasana serius namun cair, Kalapas mendengarkan berbagai tuntutan yang disampaikan. Ia juga berjanji akan membuka ruang komunikasi yang lebih baik dengan insan pers ke depan.

Salah satu langkah yang dijanjikan adalah menggelar agenda rutin “kopi pagi” bersama wartawan sebagai wadah komunikasi dan pertukaran informasi agar tidak lagi terjadi miskomunikasi antara pihak lapas dan media.

Gerakan “Pers Batubara Bergerak” sekaligus menjadi penegasan bahwa pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan peran kontrol sosial demi menjaga transparansi, keadilan, dan kepercayaan publik terhadap lembaga negara. (Dan).

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok
Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan
Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara
Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”
Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah
Bendung Sidalu Dalu Dikebut, Pemkab Batubara Janji Lindungi Petani dan Warga Terdampak Banjir
Fraksi KPN Soroti Ketergantungan Dana Pusat dan Lambannya Serapan APBD Batubara
Jembatan dan Bangunan Terbengkalai di Pulau Pandang Disorot

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:45 WIB

P APBD Batubara Tahun 2026 Di Ketok

Jumat, 18 September 2026 - 17:45 WIB

Jumat Bersih di Tanjung Tiram: Bupati Turun Langsung ke Parit, Sampah Dibabat, Aliran Air Dilancarkan

Rabu, 16 September 2026 - 11:43 WIB

Guna Pendalaman, Pansus Plasma DPRD Akan Panggil 13 Pengelola HGU di Batubara

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Instruksi PSDA Sumut Minim Dijalankan, Banjir Makin Parah, Komisi IV DPRD Batubara: “Kami Merasa Kena Prank”

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Beras SPHP Langka di Batubara, Warga Mulai Kesulitan Dapatkan Beras Murah

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Camat Rantau Selatan Dorong QRIS untuk Perkuat PAD

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:49 WIB

LABUHANBATU

Polisi Hadir di Tengah Warga,Warung Polri Presisi Kembali Digelar

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:25 WIB

LABUHANBATU

Aktif Makmurkan Mesjid,Kapolres Wahyu Raih DMI Award

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:35 WIB