Zulnas.com, Labuhanbatu — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Raya Al Ikhlas Ujung Bandar, Selasa (14/4/2026), saat ratusan jemaah menghadiri Dzikir Akbar dan Halal Bihalal Syawal 1447 Hijriah.
Kegiatan yang digelar oleh Thariqat Naqsyabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah bersama Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu ini turut dihadiri Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita dan Wakil Bupati Jamri, serta sejumlah tokoh agama, pejabat daerah, dan masyarakat.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggugah hati oleh Darwin Hasibuan, qori kebanggaan Indonesia yang pernah meraih prestasi di ajang MTQ internasional di Malaysia, Iran, dan India.
Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Bupati, Wakil Bupati Jamri menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi memiliki makna mendalam dalam memperkuat nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Tarekat memiliki peran strategis dalam membangun fondasi spiritual masyarakat. Nilai-nilai ini penting untuk terus dijaga, terutama bagi generasi muda agar memiliki karakter kuat di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Mursyidin, SM Munawar Kholil Al Kahlidi, mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Syawal sebagai sarana mempererat persaudaraan dan saling memaafkan.
“Mari kita saling memandang dengan pandangan penuh kasih sayang. Jika ada kata atau sikap yang melukai, kami mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Labuhanbatu, Asbin Pasaribu. Ia berharap keberadaan tarekat dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membawa ketenangan di tengah kehidupan sosial.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Mursyid Tarekat, Muhammad Nur Ali, yang memberikan siraman rohani mendalam kepada para jemaah.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah dan dzikir bersama, yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Marasakti, para pimpinan OPD, Direktur RSUD Rantauprapat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan ini menjadi cerminan harmonisasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di Kabupaten Labuhanbatu. (Ceha).












