Soal Penanganan Sampah, Ini Penjelasan Kadis Lingkungan Hidup Batubara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Desember 2019 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Plt Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Kabupaten Batubara Sunggu Sirait mengharapkan kepada masyarakat yang tinggal dipesisir pantai Batubara agar dapat membiasakan diri dengan pola hidup bersih terutama dalam hal sampah.

Nasehat baik itu, ia sampaikan agar keberadaan sampah dapat ditangani dengan baik terlebih lagi dengan dukung masyarakat setempat khususnya yang tinggal didaerah perkotaan, seperti kota Tanjung Tiram.

“Memang susah untuk merubah kebiasaan yang lama, apalagi masyarakat pesisir pantai yang sudah terbiasa tinggal dirumah panggung dengan kondisi pasang surut air laut,” Kata Sunggu Sirait kepada Zulnas.com, diruang kerjanya, kamis (26/12/2019).

Dijelaskannya, Batubara, katanya adalah Wilayah pesisir. Didaerah itu, dulu kebanyakan masyarakatnya berumah panggung. Kebiasaan berumah panggung membuang sampah begitu saja, karena daerah pesisir pantai, sampah yang dibuang dibawah oleh pasang surut air laut.

“Pada saat pasang, sampahnya hanyut, pada saat surut, sampahnya datang lagi. Begitulah kalau wilayah pesisir, bukan hanya di Batubara saja, hampir disepanjang Pantai Timur, kebiasaanya demikian,” Sebutnya.

Baca Juga :  Kondisi Jalan Bagaikan Kolam Ikan, Desa di Batubara Ini Bak Belum 'Merdeka'

Lebih lanjut Dia menjelaskan, petugas sampah yang berada di kota Tanjung Tiram masih kewalahan untuk mengangkut sampah domestik (rumah tangga) dan sampah dari aktivitas pasar pagi, terlebih lagi daerah itu berdekatan dengan pusat pasar kota dan pelabuhan Tanjung Tiram.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya untuk menjangkau daerah- daerah yang sulit dilalui oleh kenderaan roda empat untuk diangkat dan membersihkan sampah tersebut.

“Sampah yang berada di pusat kota Tanjung Tiram itu paling- paling bisa diangkat 2/3 dari volumenya, sedangkan 1/4 lagi masih tinggal dan sulit untuk dijangkau,” Katanya.

Kenderaan roda empat yang ditugaskan untuk mengangkut sampah di Kota Tanjung Tiram itu masih dua armada, dan satu mobil pick-up mini. Dari armada tersebut, jika diperhitungkan sampah yang dapat diangkut masih sekitar 11 ton per hari.

Baca Juga :  Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum

Sisanya diperkirakan masih ada berkisar 3 sampai 4 ton, dengan kenderaan pick-up mini itu diharapkan dapat menjangkau daerah yang sulit dilalui oleh kenderaan yang lebih besar.

Di tahun 2020, Pemerintah diharapkan akan menyiapkan regulasi baru dalam pengelolaan sampah berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup).

“Dengan dasar itu nanti, diharapkan pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan konsep Jets trada dengan pola kebijakan strategis dalam mengelola sampah domestik yang diharapkan menjadi grand City atau kota hijau,” Terangnya.

Peraturan Presiden-nya sudah ada, untuk ditingkat propinsi dan Kabupaten/ Kota juga akan menyiapkan regulasinya termasuk Batubara dengan Peraturan Bupati (Perbup).

“Dengan terbitnya Peraturan Bupati dimulai Tahun 2020 nanti, harapannya pengelolaan sampah dilakukan berbasis ‘zero waste’ yang artinya pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan, pengomposan dan pengumpulan barang layak jual,” Tandasnya. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta
Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026
Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor
Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis
Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”
Ketum PB MABMI Prihatin atas Kasus Syah Afandin, Ajak Masyarakat Hormati Proses Hukum
Soal PT Socfindo, Bupati Batubara, Pansus PAD dan HGU Temui Kementerian ATR/BPN. Apa Yang Dibahas?
Baharuddin Siagian Resmi Sandang Gelar Doktor, Angkat Isu Politik Identitas di Pilkada Batubara 2024

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tiga Warga Batubara Tewas di KEK Sei Mangkei, Keluarga Terima Santunan Ratusan Juta hingga Rp700 Juta

Selasa, 8 September 2026 - 09:39 WIB

Austin Tumengkol Deklarasi Maju, Siap Bertarung di Konferensi PWI Sumut 2026

Jumat, 4 September 2026 - 18:53 WIB

Tiga Pekerja Tewas dalam Kebakaran KEK Sei Mangkei, PT Evyap Janji Beri Bantuan dan Evaluasi Vendor

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Kebakaran KEK Sei Mangkei Makan Tiga Nyawa, 3 Warga Batubara Tewas Tragis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Status Tersangka di-SP3, Misrayani Lega: “Kebenaran Akhirnya Terungkap”

Berita Terbaru