Pembangunan Kilang Minyak dan Pengembangan PKT Tergantung Dukungan Masyarakat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Februari 2020 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batu Bara – Jadi tidaknya pembangunan kilang minyak dan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung (PKT) di Kabupaten Batu Bara, Sumut, sangat bergantung dengan ada tidaknya dukungan dari masyarakat, terutama pemilik lahan.

“Kalau masyarakat tidak mendukung, maka para investor bisa saja tidak jadi datang ke daerah kita (Kabupaten Batu Bara)”, kata Bupati Batu Bara, Zahir.

Hal tersebut disampaikan Zahir dalam acara Konsultasi Publik Rencana Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Hub Internasional, di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (18/2/2020).

Baca Juga :  Mengenal Nikson Nababan, Wartawan Jadi Bupati Hingga Berhasil Membangun Desa

Menurut Zahir, jika investor tidak jadi membangun kilang minyak dan melakukan pengembangan terhadap Pelabuhan Kuala Tanjung, maka yang rugi adalah masyarakat Batu Bara itu sendiri.

“Ini akan sangat merugikan kita. Kita seharusnya ingin kehidupan yang lebih baik lagi mulai dari sekarang. Bukan hanya untuk kita, tapi juga akan dinikmati anak cucu kita nantinya”, ujarnya.

Karena itu, lanjut Zahir, Pemkab Batu Bara berharap agar masyarakat, terutama pemilik lahan, untuk mendukung proyek raksasa tersebut. “Untuk itu jangan mempersulit pembangunan ini”, pungkasnya.

Baca Juga :  Mendagri Tunjuk Nizhamul Sebagai Pj Bupati Batubara

Untuk diketahui, rencana pembangunan kilang minyak dan pengembangan PKT telah menimbulkan ketegangan antara masyarakat pemilik lahan dengan Pemkab Batu Bara dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I.

Ketegangan itu muncul terkait masalah pembebasan lahan milik warga. Bahkan beberapa waktu lalu sempat terjadi kericuhan di Kantor Desa Kuala Indah, saat berlangsungnya acara sosialisasi ganti rugi lahan. ***muis

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara
Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup
KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa
SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber
Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar
Pulang dari Kamboja, Ayub Ungkap Kisah Mengerikan: Disiksa, Diancam Ambil Ginjal, Hingga Lari Kehutan
Polres Batubara Klarifikasi: Tidak Menolak Laporan, Orang Tua Korban Sudah Dikoordinasikan ke BP2MI
Pemkab Batubara Koordinasi Intensif Lacak Keberadaan Warga Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:40 WIB

Presiden Prabowo Didesak Ambil Alih Lahan Eks HGU PT Socfindo di Batubara

Kamis, 6 November 2025 - 19:12 WIB

Usia 30: Titik Balik Pria Menuju Kedewasaan dan Tanggung Jawab Hidup

Selasa, 4 November 2025 - 15:29 WIB

KH. Ma’ruf Amin Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat SMSI: Tegaskan Media Siber Harus Jadi Penjaga Moral Bangsa

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:21 WIB

SMSI Gelar Dialog Nasional “Media Baru vs UU ITE”: Literasi Digital Jadi Kunci Kebebasan dan Tanggung Jawab di Era Siber

Jumat, 17 Oktober 2025 - 10:01 WIB

Kisah Dramatis Ayub Ramadhansyah: Warga Batubara yang Selamat dari Jerat TPPO di Kamboja, Nyaris Dijual 50 Ribu Dolar

Berita Terbaru

LABUHANBATU

Sael, Siswa Tertinggi di SMK Yapim Rantauprapat

Selasa, 13 Jan 2026 - 11:57 WIB