Pohon Kelapa Pohon Kehidupan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Januari 2021 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com, Batubara — Dalam pengantar buku Tan Malaka berjudul Madilog dinyatakan bahwa di Sumatera Timur banyak tanaman kelambir (kelapa) yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bom.

Di dalam pengantar itu tidak dijelaskan apa dan bagaimana kelambir bisa dijadikannya bahan baku bom. Tapi yang terpenting bahwa pohon kelapa merupakan salah satu potensi besar perkebunan khususnya daerah Kabupaten Batubara.

Pohon kelapa banyak tumbuh di daerah pesisir pantai. Khususnya di Kabupaten Batubara tepatnya kawasan Kecamatan Nibung Hangus menjadi sentra produksi kelapa.

Kelapa daerah ini telah diakui secara nasional dengan terbit varietas ke 14 kelapa nasional melalui SK dirjen perkebunan tahun 2019 Varietas “kelambi ujung kubu”. Sebuah pengakuan secara nasional akan keunggulan kelapa Batubara.

Pengakuan ini sekaligus tantangan besar bagi Dinas Perkebunan Batubara. Sejauh mana dinas mampu mensejahterakan petani kelapa didaerah ini.

Baca Juga :  Kaya Bahan Baku, Industri Sabutret Dapat Berkembang di Batubara

Kecamatan Nibung Hangus diberi anugerah kesuburan tanah bertanam kelapa, namun tidak semua petani mengerti akan hal itu. Booming kelapa sawit.

Baca Juga : Kelapa Dadeh, Potensi Besar Yang Belum Terjamah

Beberapa tahun yang lalu diikuti pula oleh petani ujung kubu sekitar. Ribuan batang pohon kelapa ditumbang diganti dengan kelapa sawit. Saat ini, tersisa 1500 ha dari lebih 3000 ha sebelumnya.

Varietas kelambi ujung kubu saat ini memiliki pohon induk terpilih sebanyak 650 batang tersebar di areal seluas 65 hektar. Pohon induk ini merupakan pohon induk terbesar di Sumatera Utara.

Pengurus kelompok Tani Plamboyan Desa Ujung Kuburan Kecamatan Nibung Hangus Yus Effendi

Yus Effendi 50 pengurus kelompok tani Flamboyan ujung kubu sekaligus pemilik kebun induk Minggu,10/1/2021 mengatakan dalam dua tahun belakangan ini sebagian kecil petani kembali beralih menanam kelapa, namun yang lain bertahan karena sudah terlanjur bergantung hidup.

Baca Juga :  LPA Batubara : Pukul Anak, Orang Tua Bisa Dipidana

Tantangan inilah yang harus ditaklukkan dinas perkebunan bukan saja berkampanye tentang keunggulan kelapa sebagai bekal masa hadapan tetapi juga memberi solusi pendapatan bagi petani yang akan kembali beralih ke tanaman kelapa.

Apabila tanaman ini kembali digeluti petani tanah yang subur di kawasan itu saja akan menghasilkan daging kelapa lebih kurang 40 ton perhari, air, batok dan sabuk kelapa lebih 20 ton perhari.

Bila semua itu selesai dikerjakan Dinas Perkebunan maka peluang BUMD mengolah hasil bumi ini terbuka luas.

Dunia sedang mencari banyak sekali produk olahan kelapa dan trennya terus naik.

Nanti akan kita temukan BUMD berjaya mengeksport berbagai olahan dari pohon kehidupan ini. Semoga. ***

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih
Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara
Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan
Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi
Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara
Singapore Land Batubara Berbagi Berkah Sambut Ramadhan 1447 H, Anak Yatim dan Dhuafa Terima Sembako
Menjawab Keluhan Petani, Bupati Batubara Turun Tangan Hempang Sungai Ramunia
Sawah Mengering, Suara Petani di Batubara Menunggu Tindakan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 03:49 WIB

IPK Batubara dan Karang Taruna Berbagi 2.000 Takjil Gratis, Semarakkan Ramadan di Depan MPP Air Putih

Sabtu, 21 Februari 2026 - 22:45 WIB

Dana Darurat, Integritas Darurat: Ujian Bersih-Bersih Pemerintahan Batubara

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:33 WIB

Pusaran Korupsi BTT 2022 Melebar, Kejari Batubara Tahan Kadis Kesehatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:47 WIB

Mandi Balimau Meriah, Budaya Melayu Batubara Hidup dan Gerakkan Ekonomi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:39 WIB

Kejaksaan Negeri Batubara Musnahkan Barang Bukti 99 Perkara

Berita Terbaru