Harga TBS Petani Di Batubara Anjlok ke Rp 800/Kg

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Mei 2019 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulnas.com.Batubara — Kalangan petani sawit di Kabupaten Batubara, Sumatra Utara mengeluh dengan anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani. Selama sepekan ini, harga bergeser tajam dari Rp 1500 menjadi Rp 800/Kg.

“Harga turun lagi Pak, sudah seminggu ini harga sawit Rp 800/Kg, sebelumnya sempat anjlok di harga Rp 500/Kg,” sebut Ahmad, petani sawit di Desa Pahang Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara, Selasa (28/05/2019).

Baca Juga :  Potret Buram Kepala OPD di Batubara (Bagian 2)

Turunnya harga di tingkat petani didasari karena harga jual TBS di tingkat pabrik juga menurun. “Mau tidak mau terpaksa turun harga pembelian sawit pada petani, karena harga pabrik di Perusahaan setempat sudah turun lagi menjadi Rp 1050/Kg,” ujar Kaidir, pedagang pengumpul (pengepul) TBS di Desa Pahang Kecamatan Talawi Kabupaten setempat.

Tak hanya Batubara, di beberapa daerah, Harga TBS juga turun, yang diantaranya, Asahan Dan Tanjung Balai, hal itu disebabkan harga minyak dunia juga ikut turun.

Baca Juga :  Kadisdukcapil Batubara Maeda Sutopo Tutup Usia, Pj Bupati Heri "Almarhum Sosok Pemimpin yang Berdedikasi"

“Kalau kami melakukan pembelian sawit petani masih Rp 800/kg, meski ada pengepul lain yang membeli ke petani Rp 750/Kg. Saat ini harga pabrik ada yang menerima pembelian Rpb1.060 dan Rp 1.040/kg”, kata Bambang, pengepul di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara. ****Zn

Follow WhatsApp Channel zulnas.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik
Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara
MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara
150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai
Menelusuri Jejak HGU Perkebunan di Kabupaten Batubara (I)
Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?
Prof O.K. Saidin: Plasma Harus Jadikan Masyarakat Mitra, Bukan Sekadar Penonton
Pansus Plasma DPRD Batubara Temui Kementan dan ATR/BPN bersama 3 Lembaga Pendamping

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Datuk Kedatukan Lima Puluh Klaim Punya Bukti Hak Ulayat Sebelum HGU Terbit, Siap Buka Dokumen ke Publik

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:42 WIB

Menelusuri Jejak Panjang PT Socfindo Tanah Gambus: Dari Perkebunan Kolonial hingga Industri Sawit di Batubara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

MAPEL Dorong Satgas Lingkungan dan Evaluasi Pemilik HGU di Batubara

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:52 WIB

150 Hektare Lahan Cabai Terendam, Petani Gambus Laut Terancam Gagal Panen Diduga Akibat Pengalihan Aliran Sungai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:09 WIB

Mampukah Pansus Plasma 20 Persen Di Implementasikan?

Berita Terbaru